Kamis, 23 April 2026

Berita Bangka Selatan

BWS Babel Bikin Sodetan di Desa Fajar Indah Bangka Selatan

Pembuatan sodetan ini menindaklanjuti keluhan petani Desa Fajar Indah terkait lahan sawah mereka yang kerap terendam banjir.

Editor: suhendri
Dokumentasi BWS Babel
BERSIHKAN SALURAN AIR - Pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Kepulauan Bangka Belitung melakukan pembersihan saluran air untuk mengurangi banjir yang merendam areal persawahan di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Kamis (25/9/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Balai Wilayah Sungai (BWS) Kepulauan Bangka Belitung membuat sodetan di wilayah Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan.

Pembuatan sodetan ini menindaklanjuti keluhan petani Desa Fajar Indah terkait lahan sawah mereka yang kerap terendam banjir.

Kepala BWS Babel, Yogi Pandu Satriawan, mengatakan, pihaknya bersama pihak terkait lainnya segera melakukan langkah penanganan banjir tersebut.

Salah satunya, dengan menurunkan alat berat ke lokasi untuk membuat sodetan sebagai jalur pembuangan agar debit air yang menggenangi lahan persawahan bisa segera surut.

"Untuk jangka pendek, kami langsung melakukan pembuatan sodetan di lapangan agar air segera mengalir ke saluran pembuangan," kata Yogi, Kamis (25/9/2025).

"Jangka menengah akan dilanjutkan pembangunan saluran irigasi baru, sedangkan jangka panjang, penanganan banjir dilakukan secara menyeluruh supaya persoalan serupa tidak terulang," tuturnya.

Diklaim berkurang 20 persen

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, mengatakan, pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dan kerja sama dengan BWS Provinsi Babel guna mengatasi permasalahan banjir yang melanda kawasan sentra pertanian di Desa Fajar Indah

“Saat ini dilakukan sodetan atau penggalian sekaligus pembersihan saluran untuk mengurangi banjir yang berada di dalam sawah,” kata Risvandika, Jumat (26/9/2025).

Dia menyebutkan, proyek penggalian sekaligus pembersihan saluran yang sudah berlangsung sejak dua hari terakhir tersebut berdampak pada terus berkurangnya debit air yang merendam areal persawahan. 

Semula dari 235,5 hektare lahan yang sudah ditanami padi, seluas 117 hektare atau 49,68 persennya terendam banjir.

Adapun saat ini areal persawahan yang mengalami banjir telah berkurang seluas kurang lebih 23,4 hektare.

Sisanya seluas kurang lebih 93,6 hektare sawah masih mengalami banjir dengan ketinggian air hingga 40 sentimeter.

Pengurangan genangan air di persawahan terus dilakukan dengan pembersihan saluran irigasi.

Termasuk melakukan pendalaman alur di beberapa saluran utama yang telah terjadi pendangkalan dan menyebabkan banjir.

“Pembersihan telah dilakukan kurang lebih dua hari. Alhamdulillah, sudah ada penurunan luas lahan yang terendam banjir sebanyak 20 persen,” ujar Risvandika. (v1/u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved