Selasa, 21 April 2026

Berita Pangkalpinang

Daging Ayam Ras Sumbang Inflasi Terbesar di Pangkalpinang

Kota Pangkalpinang mengalami inflasi pada September 2025 sebesar 1,75 persen secara tahunan

Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Ahli Statistik BPS Kota Pangkalpinang, Aja Nasrun, saat diwawancarai awak media, Rabu (1/10/2025). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kota Pangkalpinang mengalami inflasi pada September 2025 sebesar 1,75 persen secara tahunan (year on year/y-on-y).

Meski tetap dipengaruhi oleh kenaikan harga beberapa komoditas utama, terutama daging ayam ras, tingkat inflasi tersebut masih dalam target yang ditetapkan pemerintah.

Demikian disampaikan Ahli Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pangkalpinang, Aja Nasrun, usai kegiatan Berita Resmi Statistik (BRS) di kantor BPS Kota Pangkalpinang, Rabu (1/10/2025).

"Inflasi tahunan di angka 1,75 persen ini masih baik untuk Kota Pangkalpinang. Kalau kita lihat dari sisi month to month juga tidak terlalu besar. Artinya, harga-harga masih relatif terkendali dan tetap berada pada rentang target pemerintah pusat," kata Aja kepada awak media.

Sekadar diketahui, Kota Pangkalpinang pada September 2025 mengalami inflasi bulanan atau month to month (m-to-m) sebesar 0,59 persen.

Aja menambahkan, komoditas daging ayam ras menjadi faktor dominan pendorong inflasi sepanjang 2025.

Pergerakan harga daging ayam ras yang fluktuatif memberikan dampak besar terhadap laju inflasi daerah.

"Daging ayam ras mengalami inflasi sebesar 11,24 persen dan menyumbang andil sebesar 0,22 persen terhadap inflasi tahunan. Pergerakan harga komoditas ini sangat berpengaruh. Jika harga ayam ras turun, inflasi kita juga akan langsung ikut turun," ujar Aja.

Selain daging ayam ras, kata dia, ada dua komoditas lain yang menjadi pendorong inflasi di Pangkalpinang.

Kedua komoditas itu adalah cabai merah dan emas perhiasan.

Harga emas perhiasan menunjukkan tren peningkatan sejak awal 2025.

Kondisi ini membuat emas perhiasan menjadi salah satu penyumbang inflasi tahunan yang konsisten.

"Kalau kita lihat, sejak awal tahun 2025, andil inflasi dari emas terus meningkat. Jadi ketika harga emas naik, otomatis inflasi di Pangkalpinang juga terdorong naik," tutur Aja.

Meski ada beberapa komoditas yang mendorong inflasi, BPS menegaskan kondisi harga di Pangkalpinang masih dalam kategori moderat dan terkendali.

Berdasarkan data BRS, tingkat inflasi tahunan pada September 2025 sebesar 1,75 persen didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau (6,08 persen), perawatan pribadi dan jasa lainnya (3,52 persen), serta restoran dan penyediaan makanan minuman (1,22 persen).

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved