Berita Belitung
Harga Ayam Potong di Belitung Terus Melonjak, Pasokan Bibit Ayam Jadi Pemicu
Harga ayam potong di pasaran Kabupaten Belitung terus merangkak naik sejak awal Oktober 2025.
TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Harga ayam potong di pasaran Kabupaten Belitung terus merangkak naik sejak awal Oktober 2025. Saat ini, harga sudah berada di kisaran Rp50.000 hingga Rp55.000 per kilogram, dan diperkirakan bertahan hingga akhir bulan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Belitung, Yeni Purwanti menjelaskan, kenaikan harga ini terjadi karena pasokan bibit ayam (DOC) tidak sebanding dengan kebutuhan di daerah.
"Belitung dan Belitung Timur butuh sekitar 300 sampai 350 DOC, sementara yang tersedia untuk panen Oktober ini hanya sekitar 285. Jadi kekurangannya cukup banyak," kata Yeni Purwanti, Kamis (16/10).
Ia menjelaskan, ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan disebabkan salah satunya oleh proses breeding atau pembiakan ayam yang tidak berjalan normal. Sejumlah indukan ayam dijadikan afkir lebih cepat dari jadwal biasanya, sehingga jumlah DOC yang dihasilkan berkurang.
Ditanya sampai kapan kondisi ini terjadi, Yeni menambahkan, pihaknya masih menunggu data pemasokan DOC terbaru untuk memastikan kondisi pasokan bulan depan. "Data pemasokan DOC itu baru kita dapat di minggu ini, jadi kita baru bisa memastikan apakah November nanti aman atau tidak," ujarnya.
Sementara itu, ia mengakui adanya sedikit pengaruh dari meningkatnya permintaan akibat program makan bergizi gratis (MBG), namun dampaknya belum terlalu signifikan terhadap kenaikan harga ayam saat ini.
Sebelumnya diberitakan, harga ayam potong di Kabupaten Belitung terus merangkak naik hingga menembus Rp50 ribu per kilogram. Kenaikan ini sudah berlangsung dalam beberapa minggu terakhir dan mulai terasa di kalangan pedagang maupun pembeli.
Pika, salah satu pedagang ayam di Pasar Berehun, Tanjungpandan, mengatakan, harga ayam awalnya masih di kisaran Rp40 ribu, namun naik bertahap hingga kini mencapai Rp50 ribu per kilogram. "Kenaikan harga ayam ini karena bibit DOC susah, makanya harganya naik," ujarnya, Rabu (15/10).
Kabid Usaha Perdagangan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Perdagangan, dan Tenaga Kerja (KUMKMPTK) Kabupaten Belitung Hamzah, mengatakan kenaikan ini dipicu oleh berkurangnya stok ayam di pasaran. "Sudah pasti karena stok kita sangat berkurang," kata Hamzah.
Menurutnya, harga ayam yang ideal bagi pedagang dan masyarakat berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram. "Kami sudah menghitung untuk harga normalnya, pedagang nama untung dan masyarakat tidak terlalu berat itu antara Rp38 ribu sampai Rp40 ribu. Itu pedagang sudah untung dengan harga beli hidup Rp23.800," ujarnya.
Ia menjelaskan, kondisi ini bisa disebabkan oleh terbatasnya pasokan dari pabrik atau penyetopan bibit ayam, meski pihaknya masih mendalami hal tersebut bersama tim terkait. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah akan melakukan operasi pasar bersama sejumlah stakeholder, melalui kerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Langkah ini diharapkan bisa menstabilkan harga ayam agar tidak terus melonjak.
Hamzah menambahkan, upaya stabilisasi harga akan terus dikoordinasikan melalui tim Satgas yang sudah dibentuk, agar inflasi daerah tetap terkendali. (del)
| 62 Petinju Siap Bertarung di Piala Danlanud H AS Hanandjoeddin |
|
|---|
| Adanya Penyesuaian Keuangan Daerah, Anggaran Porprov Belitung Timur Dipangkas 50 Persen |
|
|---|
| Belitung Timur Miliki Saka Antinarkoba |
|
|---|
| Sertijab Kasat Reskrim Polres Belitung Timur, Kapolres Apresiasi Dedikasi AKP Ryo Guntur |
|
|---|
| 600 Atlet Taekwondo Siap Bertarung di Laskar Pelangi Sport Tourism Taekwondo Challenge 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/belitung/foto/bank/originals/20251015-Daging-ayam-ras-di-Pasar-Berehun-Tanjungpandan-Belitung.jpg)