Selasa, 21 April 2026

Berita Bangka Selatan

Pastikan Bahan Pangan hingga Dapur Produksi Aman, BPOM Kawal Program MBG

BPOM Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung mengambil peran aktif dalam menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG).

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)
Kepala BPOM Pangkalpinang, Agus Riyanto. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung mengambil peran aktif dalam menyukseskan program makan bergizi gratis (MBG). Tidak hanya mengawasi bahan pangan, BPOM juga turun langsung ke dapur produksi serta melatih para penjamah makanan. Hal ini guna menjamin keamanan konsumsi peserta program MBG di Pulau Bangka.

Kepala BPOM Pangkalpinang, Agus Riyanto mengatakan, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan program MBG berjalan aman dan berkualitas, termasuk institusinya. Peran utama BPOM adalah melakukan pengawasan terhadap seluruh bahan baku yang digunakan dalam menu MBG. Baik yang berasal dari pangan segar maupun pangan olahan dalam kemasan. 

BPOM memastikan makanan kemasan yang digunakan sebagai bahan baku MBG benar-benar aman. "Contohnya minyak goreng yang sudah memiliki nomor izin edar dari BPOM, kemudian tepung dan bahan kemasan lainnya," ujar Agus Riyanto, Senin (24/11).

Tak hanya memeriksa produk kata Agus Riyanto, BPOM Pangkalpinang juga telah melakukan kunjungan langsung ke sejumlah Sarana Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah beroperasi. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari kebersihan dapur, sanitasi, hingga penerapan higiene oleh para pekerja. Jika ada yang belum sesuai, pihaknya akan memberikan rekomendasi agar segera dilakukan perbaikan.

Agus Riyanto menegaskan, keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada kualitas bahan. Akan tetapi juga pada sumber daya manusia yang terlibat di lapangan. Di setiap SPPG, terdapat sekitar 50 pekerja dengan berbagai peran yang seluruhnya bersentuhan langsung dengan makanan. Mereka semuanya disebut sebagai penjamah pangan. 

"Dari sisi keamanan pangan, ini menjadi titik kritis karena kontak langsung dengan makanan berpotensi menimbulkan pencemaran jika tidak sesuai standar," tegas Agus Riyanto.

Untuk itu BPOM Pangkalpinang aktif memberikan pelatihan khusus kepada para penjamah pangan. Pelatihan tersebut dilakukan melalui kerja sama lintas sektor, melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup, dan instansi terkait lainnya. BPOM juga terlibat secara nasional dalam penguatan sumber daya manusia program MBG

Lanjut dia, pada tahap awal pelaksanaan program MBG secara nasional, BPOM turut melatih sekitar 900 sumber daya manusia yang akan menjadi penggerak di lapangan. Pihaknya menjadi salah satu narasumber dalam pelatihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang sudah dilatih selama kurang lebih delapan bulan.

"Kami kolaborasi dengan instansi lain agar para penjamah pangan memahami bagaimana cara menjaga keamanan pangan," ucapnya.

Keterlibatan BPOM sejak hulu hingga hilir kata Agus Riyanto, menjadi langkah strategis untuk menjamin keamanan pangan dalam program MBG. Ia menilai pengawasan bahan, pemeriksaan sarana, hingga peningkatan kapasitas SDM merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. 

Dengan pengawasan berlapis tersebut, BPOM Pangkalpinang optimistis program MBG dapat berjalan aman, higienis, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. "Khususnya anak-anak sebagai penerima utama program MBG," pungkasnya. (u1)

Sertifikat Sekolah Sehat
SEBANYAK tujuh sekolah di Kabupaten Bangka Selatan resmi memperoleh sertifikat sekolah sehat dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang. Selain sekolah, tiga desa dan satu pasar tradisional juga berhasil mendapatkan pengakuan sebagai lokasi pangan aman. Kebijakan tersebut diambil guna menjamin dan mewujudkan keamanan pangan aman bagi masyarakat.

Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pangkalpinang, Agus Riyanto mengatakan, pihaknya telah melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi program nasional keamanan pangan di Kabupaten Bangka Selatan sepanjang tahun 2025. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan pangan yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, dan berkualitas. Dengan tiga kegiatan yakni SAPA Sekolah, Desa Pangan Aman, dan Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.

"Jadi ada tiga tiga kegiatan yang sudah kita laksanakan sepanjang tahun 2025 di Kabupaten Bangka Selatan," kata Agus Riyanto, Senin (24/11).

Dari sisi sekolah, tujuh satuan pendidikan yang terlibat telah dinilai memenuhi standar keamanan pangan dengan diraihnya sertifikat sekolah sehat. Terutama dalam pengelolaan kantin, kebersihan lingkungan, dan edukasi jajanan sehat bagi siswa. 

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved