Berita Bangka Barat

Bangka Barat Rawan Sambaran Petir

Cuaca ekstrem yang kerap terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat wilayah Kabupaten Bangka Barat, rawan terhadap bencana sambaran petir.

Bangka Pos / Riki
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat, Safrizal. 

MENTOK, BABEL NEWS - Cuaca ekstrem yang kerap terjadi dalam beberapa pekan terakhir membuat wilayah Kabupaten Bangka Barat, rawan terhadap bencana sambaran petir. Hal ini disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangka Barat, Safrizal saat ditemui di Kantor Bupati Bangka Barat, Kamis (4/12).

Safrizal mengatakan, kondisi ini dipicu oleh tingginya intensitas hujan disertai petir yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat, sehingga perlu diantisipasi. "Agak tinggi itu angin puting beliung dan petir, kalau banjir pertama arus pasang tinggi dan hujan tinggi. Kalau salah satu itu tidak terpenuhi kemungkinan banjir kecil," kata Safrizal.

Diakui Safrizal, dua pekan terakhir terjadi peristiwa rumah tersambar petir. Kemudian, angin puting beliung di daerah Kecamatan Tempilang, Simpang Teritip dan Jebus. "Kami mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat terjadi hujan lebat yang disertai kilatan petir dan angin kencang," katanya.

Ia juga meminta, aktivitas di luar ruangan pun diminta untuk dibatasi demi menghindari risiko fatal akibat sambaran petir. "Kami mengingatkan masyarakat agar tidak berteduh di bawah pohon saat hujan disertai petir. Serta menghindari area terbuka seperti pantai, perkebunan, dan lapangan," ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk mencabut peralatan elektronik saat terjadi petir guna mencegah kerusakan akibat lonjakan listrik. Warga yang bermukim di wilayah pesisir dan perkebunan disebut menjadi kelompok yang paling rentan terhadap bahaya ini.

"Kami juga sudah melaksanakan apel kesiapsiagaan bencana serta mengimbau masyarakat untuk melakukan mitigasi di lingkungan masing-masing," ujarnya.

Terutama untuk memastikan saluran air dan area resapan berfungsi dengan baik. Serta mewaspadai keberadaan pohon-pohon disekitar permukiman yang berpotensi memperbesar risiko bencana. "Jika membutuhkan bantuan, masyarakat dipersilakan untuk segera menghubungi kami," katanya.

Kemudian, khusus untuk wilayah Kampung Ulu, Mentok, yang biasa menjadi lokasi langganan banjir, saat ini sudah tersedia dokumen rencana rekonstruksi pascabencana banjir. "Kami berharap masyarakat tetap meningkatkan kesiapsiagaan dan minimal sudah menerima peringatan dini agar dapat bersiap jika sewaktu-waktu banjir kembali terjadi," harapnya.

Ia memastikan, BPBD Bangka Barat bersama pihak terkait terus memantau perkembangan cuaca dan kesiapsiagaan di lapangan. Dengan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, diakuinya, pemerintah daerah berharap masyarakat dapat lebih waspada. Disiplin terhadap imbauan keselamatan, serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved