Berita Belitung

Belitung Terima 100 Unit Oxygen Concentrator dari Kemenkes

Pemerintah Kabupaten Belitung menerima hibah 100 unit oxygen concentrator dari Kementerian Kesehatan.

Editor: suhendri
Dok. Pemkab Belitung
PENYERAHAN OXYGEN CONCENTRATOR - Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat didampingi Wakil Bupati Belitung Syamsir menyerahkan oxygen concentrator bantuan Kemenkes kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Belitung, Senin (8/12/2025). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Belitung menerima hibah 100 unit oxygen concentrator dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Alat kesehatan (alkes) ini akan dimanfaatkan untuk memperkuat pelayanan kesehatan, terutama di puskesmas dan puskesmas pembantu (pustu) hingga wilayah kepulauan.

Wakil Bupati Belitung, Syamsir, mengatakan, hibah 100 unit oxygen concentrator sangat membantu karena kebutuhan oksigen di fasilitas kesehatan primer masih cukup tinggi.

Seluruh unit alkes tersebut nantinya akan didistribusikan oleh dinas kesehatan ke seluruh puskesmas dan pustu, termasuk di pulau kecil yang kini sudah teraliri listrik.

“Alhamdulillah, nanti kepala dinas kesehatan yang membagikan ke seluruh puskesmas dan pustu sampai wilayah kepulauan karena alat ini sangat dibutuhkan jika ada warga yang membutuhkan oksigen,” kata Syamsir, Kamis (11/12/2025). 

Ia menjelaskan, hibah oxygen concentrator dari Kemenkes tersebut berawal dari kunjungan kerjanya bersama dinas kesehatan ke pemerintah pusat.

Kunjungan ini dilakukan untuk menindaklanjuti pengajuan pembangunan Puskesmas Selat Nasik yang sudah diajukan sejak 2018.

“Alhamdulillah, kami merespons cepat permintaan pusat untuk melengkapi dokumen,” ucapnya.

Syamsir menyebutkan, jika daerah harus membeli sendiri oxygen concentrator dengan spesifikasi yang bagus, harganya dapat mencapai Rp21 juta per unit.

Oleh sebab itu, hibah dari Kemenkes menjadi dukungan besar bagi daerah.

Seratus unit oxygen concentrator yang diterima Pemkab Belitung itu akan dibagikan sebanyak 3–5 unit untuk setiap puskesmas di wilayah kecamatan, sedangkan pustu akan menerima satu unit. 

Syamsir berpesan agar alat kesehatan tersebut dirawat dengan baik, dan fasilitas habis pakai seperti selang atau adaptor mulut perlu dianggarkan secara rutin.

“Harapannya alat ini dirawat. Tinggal dianggarkan untuk alat yang dipasang di mulut karena itu habis pakai dan harus langsung dibuang. Mudah-mudahan peralatan ini bisa dipergunakan dan bermanfaat bagi warga yang membutuhkan,” tutur Syamsir.

Dia juga berharap, tahun depan Kabupaten Belitung bisa masuk prioritas bantuan pembangunan sehingga Puskesmas Selat Nasik dapat memiliki fasilitas rawat inap dan sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang lebih memadai.

“Puskesmas Selat Nasik melayani warga di empat desa. Banyak bantuan yang tersedia dari pusat, tinggal kita mau mengurus atau tidak, termasuk bantuan alat ini,” ujar Syamsir. (dol) 

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved