Berita Belitung
Bupati Belitung Puji Dokumen Kajian Ekowisata dari Yayasan Tarsius Centre
Djoni mengapresiasi dokumen kajian yang disusun Yayasan Tarsius Centre dan berharap hasil kajian tersebut dapat segera ditindaklanjuti secara konkret
TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menegaskan, dokumen kajian ekowisata yang diserahkan Yayasan Tarsius Centre kepada tiga desa di Kabupaten Belitung tidak boleh berhenti sebatas dokumen semata, melainkan harus benar-benar diimplementasikan untuk mendorong kemajuan wilayah.
“Ini bukan hanya sekadar dokumen. Kita harus menyambut dokumen yang bagus dan cantik ini dengan bagaimana cara mengimplementasikannya,” kata Djoni, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, kajian yang disusun tersebut memiliki kualitas yang baik dan dapat menjadi dasar dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya bagi tiga desa, yakni Juru Seberang, Lassar, dan Perpat, yang menjadi sasaran program.
“Cukup bagus untuk menerapkan kemajuan satu daerah, khususnya tiga desa ini,” ucap Djoni.
Terkait implementasi di lapangan, Djoni menilai kolaborasi antara pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Belitung selama ini sudah berjalan cukup baik.
“Selama ini komunikasinya cukup bagus antara desa-desa dengan pemerintah daerah,” ujarnya.
Ke depan, Djoni berencana memperkuat sinergi tersebut dengan menggelar pertemuan bersama pemerintah desa di setiap kecamatan.
“Mungkin dalam bulan-bulan ke depan kita akan mengadakan pertemuan di setiap kecamatan bersama desa-desa untuk membicarakan implementasi ini,” tuturnya.
Lebih lanjut, Djoni mengapresiasi dokumen kajian yang disusun Yayasan Tarsius Centre dan berharap hasil kajian tersebut dapat segera ditindaklanjuti secara konkret.
“Intinya dokumen itu bagus, luar biasa. Tinggal bagaimana implementasinya saja yang harus kita kawal bersama,” ujarnya.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah, diharapkan dokumen kajian tersebut dapat menjadi panduan pembangunan desa yang terarah, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Kajian ekowisata
Implementator program Solutions for Integrated Land-and-Seascape Management in Indonesia (Solusi), Yayasan Tarsius Centre, menyerahkan dokumen kajian ekowisata kepada tiga desa di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (21/1/2026).
Tiga desa yang dimaksud adalah Juru Seberang, Lassar, dan Perpat.
Program Solusi sendiri merupakan kemitraan antara Indonesia (Bappenas) dengan Jerman (BMUKN-IKI) yang diimplementasikan oleh konsorsium GIZ, ICRAF, Yayasan KEHATI dan SNV.
Ketua Yayasan Tarsius Centre, Budi Setiawan, mengatakan, penyerahan dokumen kajian tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan perencanaan pembangunan desa berbasis potensi lingkungan dan pariwisata berkelanjutan.
| Unmuh Babel Siapkan International Summer Course 2026 di Belitung |
|
|---|
| Anggota Polres Belitung Terima Penghargaan |
|
|---|
| KPU Belitung Timur Ajak Pelajar Jadi Agen Demokrasi |
|
|---|
| Pemkab Belitung Cari Solusi Pembiayaan untuk Perbaikan Dermaga Suak Kemang |
|
|---|
| Belitung Targetkan 6 Lokasi untuk Diusulkan dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20260121_Yayasan-Tarsius-Centre.jpg)