Senin, 4 Mei 2026

Berita Belitung

Bupati Belitung Puji Dokumen Kajian Ekowisata dari Yayasan Tarsius Centre

Djoni mengapresiasi dokumen kajian yang disusun Yayasan Tarsius Centre dan berharap hasil kajian tersebut dapat segera ditindaklanjuti secara konkret

Tayang:
Editor: suhendri
posbelitung.co/Dede Suhendar
PENYERAHAN DOKUMEN - Pihak Yayasan Tarsius Centre menyerahkan dokumen kajian kepada tiga desa di Kabupaten Belitung, Rabu (21/1/2026). Penyerahan tersebut turut disaksikan oleh Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat. 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat menegaskan, dokumen kajian ekowisata yang diserahkan Yayasan Tarsius Centre kepada tiga desa di Kabupaten Belitung tidak boleh berhenti sebatas dokumen semata, melainkan harus benar-benar diimplementasikan untuk mendorong kemajuan wilayah.

“Ini bukan hanya sekadar dokumen. Kita harus menyambut dokumen yang bagus dan cantik ini dengan bagaimana cara mengimplementasikannya,” kata Djoni, Rabu (21/1/2026).

Menurutnya, kajian yang disusun tersebut memiliki kualitas yang baik dan dapat menjadi dasar dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya bagi tiga desa, yakni Juru Seberang, Lassar, dan Perpat, yang menjadi sasaran program. 

“Cukup bagus untuk menerapkan kemajuan satu daerah, khususnya tiga desa ini,” ucap Djoni.

Terkait implementasi di lapangan, Djoni menilai kolaborasi antara pemerintah desa dan Pemerintah Kabupaten Belitung selama ini sudah berjalan cukup baik.

“Selama ini komunikasinya cukup bagus antara desa-desa dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Ke depan, Djoni berencana memperkuat sinergi tersebut dengan menggelar pertemuan bersama pemerintah desa di setiap kecamatan.

“Mungkin dalam bulan-bulan ke depan kita akan mengadakan pertemuan di setiap kecamatan bersama desa-desa untuk membicarakan implementasi ini,” tuturnya.

Lebih lanjut, Djoni mengapresiasi dokumen kajian yang disusun Yayasan Tarsius Centre dan berharap hasil kajian tersebut dapat segera ditindaklanjuti secara konkret.

“Intinya dokumen itu bagus, luar biasa. Tinggal bagaimana implementasinya saja yang harus kita kawal bersama,” ujarnya.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah, diharapkan dokumen kajian tersebut dapat menjadi panduan pembangunan desa yang terarah, berkelanjutan, dan memberi dampak nyata bagi masyarakat. 

Kajian ekowisata

Implementator program Solutions for Integrated Land-and-Seascape Management in Indonesia (Solusi), Yayasan Tarsius Centre, menyerahkan dokumen kajian ekowisata kepada tiga desa di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (21/1/2026).

Tiga desa yang dimaksud adalah Juru Seberang, Lassar, dan Perpat.

Program Solusi sendiri merupakan kemitraan antara Indonesia (Bappenas) dengan Jerman (BMUKN-IKI) yang diimplementasikan oleh konsorsium GIZ, ICRAF,  Yayasan KEHATI dan SNV. 

Ketua Yayasan Tarsius Centre, Budi Setiawan, mengatakan, penyerahan dokumen kajian tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan perencanaan pembangunan desa berbasis potensi lingkungan dan pariwisata berkelanjutan.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved