Berita Bangka Selatan
Polres Bangka Selatan Gencarkan Sosialisasi Antibullying
Para siswa ini mengikuti sosialisasi antibullying yang digelar Polres Bangka Selatan.
TOBOALI, BABEL NEWS - Ratusan pelajar SD Negeri 17 Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, duduk berbaris rapi memadati sisi lapangan, Kamis (18/12). Para siswa ini mengikuti sosialisasi antibullying yang digelar Polres Bangka Selatan.
Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Bangka Selatan, Bripka M Kurniawan mengatakan, maraknya kasus perundungan yang berujung pada proses hukum mendorong kepolisian mengambil langkah preventif. Dengan menyasar siswa sekolah dasar melalui kegiatan sosialisasi antibullying.
Materi difokuskan pada pengenalan bentuk-bentuk perundungan. "Baik secara fisik maupun verbal, serta langkah pencegahan dan penanganannya," kata Kurniawan.
Ia menjelaskan, peserta didik diberikan pemahaman sejak dini mengenai apa yang dimaksud dengan perundungan. Termasuk dampak yang ditimbulkan, hingga konsekuensi hukum yang bisa terjadi apabila perbuatan tersebut berujung pada proses hukum. Materi juga mencakup mekanisme penanganan perkara, mulai dari upaya diversi hingga pelimpahan perkara ke pengadilan pidana.
"Sosialisasi ini sangat penting untuk menekan kasus perundungan. Siswa dan siswi perlu mengetahui dampak dan bahaya bullying, baik secara fisik maupun verbal," ujar Kurniawan.
Data Polres Bangka Selatan mencatat, sepanjang tahun 2025 telah terjadi tiga kasus bullying yang ditangani pihak kepolisian. Dari jumlah tersebut, dua kasus terjadi di lingkungan sekolah dan satu kasus lainnya terjadi di luar lingkungan sekolah. Seluruh kasus tersebut telah ditindaklanjuti, satu kasus diselesaikan melalui diversi, sementara dua kasus lainnya berlanjut ke pengadilan pidana.
Ia menegaskan, angka tersebut menjadi perhatian serius kepolisian, mengingat sekolah seharusnya menjadi ruang aman bagi anak untuk belajar dan berkembang. Oleh karena itu, pendekatan preventif melalui sosialisasi dan edukasi dinilai lebih efektif untuk menekan potensi terjadinya perundungan.
Tidak hanya menyasar siswa, kegiatan sosialisasi ini juga melibatkan guru dan pihak sekolah. Kepada para pendidik dan kepala sekolah, Unit PPA memberikan edukasi mengenai peran sekolah dalam mendeteksi dini dan menangani kasus perundungan di lingkungan pendidikan.
"Kami juga memberikan edukasi kepada guru dan kepala sekolah, supaya permasalahan perundungan di sekolah bisa diselesaikan terlebih dahulu sebelum dilaporkan ke pihak kepolisian," ucapnya. (u1)
| Dorong Layanan Terpadu hingga Desa, Pemkab Bangka Selatan Maksimalkan 122 Posyandu |
|
|---|
| Hari Keempat Pencarian Warga Hilang di Sungai Nyireh, Tim SAR Andalkan Alat Khusus CAPE |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Perkuat Peran Posbankum |
|
|---|
| Hadapi Penilaian Adipura 2026, Bangka Selatan Perkuat Sinergi Lintas OPD dalam Pengelolaan Sampah |
|
|---|
| Pemkab Bangka Selatan Usulkan Sumur Bor ke Kementan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/20251218-EDUKASI-PELAJAR-SD.jpg)