Minggu, 26 April 2026

Berita Pangkalpinang

Pemkot Pangkalpinang Bakal Gelar 4 Kali Gerakan Pangan Murah di 2026 

Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang berencana mengadakan empat kali Gerakan Pangan Murah (GPM) di tahun 2026.

Editor: suhendri
Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah
Kepala Bidang Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) berencana mengadakan empat kali Gerakan Pangan Murah (GPM) di tahun 2026. 

Kegiatan yang bertujuan menjaga stabilitas harga pangan strategis dan daya beli masyarakat ini akan dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Pangkalpinang 2026.

Penyelenggaraannya bakal dilakukan secara berkala, yakni satu kali dalam setiap triwulan.

Kepala Bidang Pangan Dispaper Kota Pangkalpinang, Yiyi Zilaida Dwitri, mengatakan, GPM menjadi salah satu instrumen penting pemerintah daerah dalam mengendalikan harga bahan pangan strategis, khususnya di tengah potensi gejolak harga.

"Rencananya ada empat kali Gerakan Pangan Murah yang didanai oleh APBD tahun 2026. Pelaksanaannya direncanakan satu kali setiap triwulan," kata Yiyi kepada Bangka Pos, Rabu (7/1/2026).

Pihaknya, lanjut Yiyi, masih akan melakukan koordinasi lintas perangkat daerah agar pelaksanaan GPM nanti berjalan optimal dan tidak tumpang tindih dengan program serupa.

Salah satunya, koordinasi dengan Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM Kota Pangkalpinang, yang juga memiliki agenda operasi pasar murah.

"Kita masih mau berkoordinasi dulu dengan Diskopdag Pangkalpinang, karena mereka juga akan menggelar operasi pasar murah supaya waktunya tidak tabrakan dan semua kegiatan bisa berjalan dengan baik," ujar Yiyi.

Tak hanya di tingkat kota, Dispaper Kota Pangkalpinang juga akan menyinkronkan jadwal GPM dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Pasalnya, pemerintah provinsi turut merencanakan pelaksanaan GPM di wilayah Pangkalpinang.

"Provinsi juga akan melaksanakan GPM di Pangkalpinang, jadi perlu sinkronisasi agar pelaksanaannya lebih efektif dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," tutur Yiyi.

Lebih lanjut, Yiyi menyebutkan, selain mengandalkan pendanaan dari APBD, pihaknya juga membuka peluang dukungan dari sektor perbankan, khususnya dalam penyediaan prasarana penunjang kegiatan GPM.

"Kami berharap ke depan ada dukungan prasarana dari pihak perbankan agar pelaksanaan Gerakan Pangan Murah ini bisa lebih optimal," katanya. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved