Senin, 20 April 2026

Berita Pangkalpinang

Barantin Perkuat Hilirisasi Lada Putih Bangka Belitung

Penguatan ketertelusuran menjadi instrumen penting dalam mendukung hilirisasi komoditas lada putih Babel dari hulu hingga hilir.

Editor: suhendri
IST/Dok. Karantina Babel
PERIKSA MUTU LADA PUTIH - Petugas Karantina Babel melakukan pemeriksaan mutu dan ketertelusuran lada putih Bangka Belitung sebelum proses distribusi dan ekspor Langkah ini dilakukan guna memastikan komoditas lada putih bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina OPTK dan memenuhi standar internasional. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) memperkuat hilirisasi dan sistem ketertelusuran (traceability) lada putih Babel guna meningkatkan daya saing di pasar internasional.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi menjamin kesehatan, keamanan, dan mutu pangan, sekaligus memperkuat kepercayaan pembeli global terhadap komoditas ekspor Indonesia.

Kepala Karantina Babel Herwintarti mengatakan, penguatan ketertelusuran menjadi instrumen penting dalam mendukung hilirisasi komoditas lada putih Babel atau Muntok White Pepper dari hulu hingga hilir.

Ketertelusuran sendiri menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan pembeli internasional dan memperkuat posisi lada putih Babel sebagai produk unggulan di pasar global. 

“Hilirisasi ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto," kata Herwintarti kepada Bangka Pos, Kamis (22/1/2026).

Ia menyampaikan, melalui program Go Ekspor, Badan Karantina Indonesia memastikan setiap tahapan produksi dan pascapanen lada putih Babel memiliki ketertelusuran yang jelas, mulai dari kebun, proses pengolahan, hingga pengiriman.

Program tersebut difokuskan pada penguatan kesiapan ekspor dari hulu hingga hilir, melalui pendampingan teknis, pengawasan karantina yang ketat, serta peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap persyaratan negara tujuan ekspor, khususnya terkait tindakan sanitari dan fitosanitari (SPS). 

Adapun pendampingan yang dilakukan mencakup pemenuhan persyaratan teknis, pencegahan organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), serta pemenuhan keamanan dan mutu pangan.

“Melalui pengawasan karantina yang optimal, kami memastikan lada putih Bangka Belitung memenuhi standar mutu, bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) serta memiliki nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Herwintarti

Selain itu, Karantina Babel juga secara proaktif memberikan pembaruan informasi terkait perubahan regulasi dan persyaratan negara tujuan ekspor.

Dengan demikian, pelaku usaha dapat melakukan penyesuaian sejak dini dan memastikan produk diterima di pasar internasional.

Melalui sinergi lintas sektor dan penguatan peran karantina dalam program Go Ekspor, lada putih Babel diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan pasar ekspor yang telah ada, tetapi juga membuka peluang ke pasar-pasar baru.

Upaya tersebut diyakini akan memberikan nilai tambah bagi komoditas lada putih, meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha, serta memperkuat kontribusinya terhadap perekonomian daerah maupun nasional. 

Ekspor 1,37 ribu ton di 2025

Sementara itu sepanjang tahun 2025, kinerja ekspor lada putih Bangka Belitung tercatat masih cukup tinggi.

Berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology), volume ekspor mencapai 1,37 ribu ton dengan frekuensi pengiriman sebanyak 184 kali. N

ilai ekonominya mencapai sekitar Rp180 miliar.

Tak hanya untuk pasar ekspor, lalu lintas lada putih Bangka Belitung ke pasar domestik juga menunjukkan angka signifikan.

Komoditas ini tercatat dikirim keluar daerah sebanyak 71,49 ribu ton dengan 308 kali pengiriman, dengan nilai nominal mencapai Rp535,89 miliar. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved