Minggu, 7 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Gelombang 2,5 Meter Masih Intai Perairan Bangka Belitung

Gelombang dengan ketinggian hingga 2,5 meter masih berpotensi melanda sejumlah wilayah perairan Kepulauan Bangka Belitung

Tayang:
Editor: suhendri
KOMPAS.com/ ROSYID ASZHAR
Ilustrasi gelombang tinggi 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan gelombang dengan ketinggian hingga 2,5 meter masih berpotensi melanda sejumlah wilayah perairan Kepulauan Bangka Belitung hingga beberapa hari ke depan.

Hal tersebut dipicu oleh peningkatan kecepatan angin yang cukup signifikan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Depati Amir Pangkalpinang, Bimo Satria Nugroho, mengungkapkan, peningkatan kecepatan angin mulai terpantau sejak 22 Januari 2026 dan berlangsung signifikan, terutama di wilayah perairan Bangka Belitung.

"Kondisi ini berdampak langsung pada peningkatan tinggi gelombang, termasuk di perairan Bangka Barat yang memengaruhi penyeberangan Tanjung Kalian–Tanjung Api-api," kata Bimo kepada Bangka Pos, Rabu (28/1/2026).

Dia menjelaskan, fenomena cuaca ekstrem tersebut dipicu oleh seruakan dingin dari daratan Asia (northerly cold surge) yang mendorong massa udara bergerak masuk ke wilayah Indonesia, termasuk Bangka Belitung.

Karakter pergerakan massa udara di wilayah Bangka Belitung yang cenderung laminer atau lurus tanpa adanya belokan angin (shearline) maupun konvergensi membuat angin bergerak tanpa hambatan.

Karena tidak ada gangguan atau belokan angin, kecepatan angin menjadi cukup tinggi.

“Kondisi ini paling terasa di wilayah utara Pulau Bangka yang berhadapan langsung dengan massa udara dari Laut Cina Selatan," ujar Bimo.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika pun memperkirakan, hingga tiga hari ke depan masih terdapat potensi gelombang dengan ketinggian mencapai 2,5 meter di sejumlah perairan, khususnya Bangka Barat, Bangka bagian utara, serta Bangka Tengah bagian timur.

Para pelaku pelayaran diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan batas keselamatan sesuai jenis kapal.

Kecepatan angin ≥15 knot dan gelombang ≥1,25 meter berisiko bagi perahu nelayan.

Kecepatan angin ≥16 knot dan gelombang ≥1,5 meter berisiko bagi tongkang.

Kecepatan angin ≥21 knot dan gelombang ≥2,5 meter berisiko bagi kapal feri, dan kecepatan angin ≥27 knot serta gelombang ≥4 meter berisiko bagi kapal besar (kargo/pesiar).

Sementara itu, ketinggian pasang air laut sejak 22 Januari berada pada kisaran 1,7-2,7 meter.

Meski puncak pasang maksimum telah terjadi pada 19 Januari 2026 bertepatan dengan fase bulan baru yang mencapai 3,1 meter, kondisi pasang air laut masih tergolong tinggi.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved