Rabu, 22 April 2026

Berita Belitung

Bapas Tanjungpandan Dukung Deklarasi Sekolah Antibullying 

Bapas Tanjungpandan melalui inovasi Bekisah turut mendukung deklarasi sekolah antibullying dan kekerasan yang diselenggarakan di SDN 44 Tanjungpandan.

Istimewa
Jajaran Bapas Tanjungpandan melaksanakan program Bekisah di SDN 44 Tanjungpandan pada Rabu (28/1/2026). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Tanjungpandan melalui inovasi Bekisah turut mendukung deklarasi sekolah antibullying dan kekerasan yang diselenggarakan di SDN 44 Tanjungpandan pada Rabu (28/1).

Kegiatan ini menjadi penguatan Gerakan Sekolah Ramah Anak dengan fokus pencegahan perundungan dan kekerasan sejak dini melalui pemahaman hukum, pendidikan karakter, dan kolaborasi lintas peran.

Dalam kegiatan tersebut, Bapas Tanjungpandan memberikan penguatan kepada tenaga pendidik dan kependidikan mengenai Undang-Undang Perlindungan Anak, Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA). 

Selain itu, mekanisme diversi sebagai pendekatan keadilan restoratif dalam penyelesaian konflik hukum yang melibatkan anak yang berhadapan dengan hukum. Pendekatan ini menekankan pemulihan, tanggung jawab bersama, dan kepentingan terbaik bagi anak.

Materi teknis disampaikan oleh Bastian, Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Muda. Bastian menguraikan praktik penerapan diversi berdasarkan pengalaman penanganan kasus anak. "Dalam kerangka SPPA, PK berperan melakukan penelitian kemasyarakatan untuk menilai faktor risiko dan kebutuhan anak, lalu merekomendasikan diversi apabila memenuhi syarat formil dan materil," kata Bastian

Ia menjelaskan, peran strategis PK dalam setiap tahapan proses peradilan anak, mulai dari asesmen sosial, rekomendasi diversi, fasilitasi musyawarah, hingga pemantauan kesepakatan.

Bastian menambahkan, pemahaman guru terhadap prinsip kepentingan terbaik bagi anak, nondiskriminasi, dan partisipasi anak akan memperkuat pencegahan perundungan. Hal ini sekaligus memastikan penanganan yang tepat apabila terjadi konflik.

"Diversi bukan pembiaran, melainkan mekanisme hukum yang mengutamakan pemulihan korban, pertanggungjawaban pelaku anak, dan pencegahan stigmatisasi. Konsistensi pendidikan karakter di sekolah menjadi kunci agar konflik tidak bereskalasi ke ranah pidana," jelas Bastian.

Yovie Agustian Putra selaku Kepala Urusan Tata Usaha menekankan pentingnya pencegahan berbasis empati dan kasih sayang dalam ekosistem sekolah dan keluarga. "Bullying meninggalkan luka yang tidak selalu terlihat. Pencegahan paling efektif adalah membangun budaya saling mencintai di rumah oleh orang tua, di sekolah oleh guru. Anak perlu diyakinkan bahwa mereka dicintai, didengar, dan didampingi untuk berani bercita-cita. Dari rasa aman itulah lahir keberanian berprestasi dan karakter yang kuat," jelasnya.

Kepala SDN 44 Tanjungpandan, Yulianti, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran dan materi yang diberikan oleh Bapas Tanjungpandan. Ia terharu melihat dampak langsung kegiatan tersebut pada peserta didik.

"Setelah materi disampaikan, siswa-siswi datang memeluk para guru. Momen itu sangat menyentuh. Petugas Bapas mampu menghadirkan inspirasi yang membumi dan menyentuh hati anak-anak kami. Terima kasih telah mendukung pembentukan karakter siswa kami agar tumbuh penuh empati, saling menghargai, dan berani berkata tidak pada kekerasan," tutur Yulianti. (dol)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved