Senin, 8 Juni 2026

Berita Kriminal

Kasus Perkelahian Berujung Maut di Belinyu, Korban Salah Sasaran Penikaman

Kepolisian Resor Bangka menetapkan satu orang tersangka kasus perkelahian berujung meninggalnya satu orang korban di Belinyu, Kabupaten Bangka.

Tayang:
Istimewa/Dok. Satreskrim Polres Bangka
PRA-REKONSTRUKSI - Polisi melakukan pra-rekonstruksi peristiwa perkelahian berujung meninggal satu orang pria di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Minggu (8/2/2026) kemarin. 

BELINYU, BABEL NEWS - Kepolisian Resor Bangka menetapkan satu orang tersangka kasus perkelahian berujung meninggalnya satu orang korban di Belinyu, Kabupaten Bangka. Kasus perkelahian itu terjadi sekira pukul 00.30 WIB, Minggu (8/2) dini hari. Seorang pria bernama Aldo (20) ditetapkan sebagai tersangka atas peristiwa itu.

Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Mauldi Waspandi menjelaskan kronologi peristiwa tersebut. Mulanya, terjadinya keributan antara Aldo dan Diki (17) pada saat menonton hiburan di Pantai Putat Belinyu. Dalam keributan itu, Aldo menusuk Diki hingga menyebabkan luka setitik di bagian lengan kiri.

Selanjutnya, keributan diselesaikan dikontrakan Aldo yang berada di Jalan Yos Sudarso Belinyu. Namun, tidak berselang lama, sejumlah warga datang menghampiri dan melakukan penyerangan menggunakan kayu dan batu karena merasa kesepakatan tersebut adalah sepihak. Penyerangan oleh sekelompok warga tersebut pun menyebabkan Aldo dan ayahnya Matsa mengalami luka.

Pada saat peristiwa pengeroyokan itu, terdapat seorang laki-laki bernama Tomas beserta teman wanitanya bernama Marnika yang sedang lewat melintas lokasi tersebut saat hendak pulang menuju Kecamatan Riausilip. "Karena ada keramaian di TKP, Tomas turun dan menuju kontrakan warga yang diserang," jelas Mauldi Waspandi, Senin (9/2).

Atas peristiwa itu, Tomas yang mengalami luka tusukan sempat dibawa ke Puskesmas Belinyu dan meninggal dunia saat menjalani perawatan.

Pihak Polsek Belinyu yang mendapatkan informasi tersebut segera menuju ke TKP. Setiba di TKP, personel Polsek Belinyu melihat sekelompok warga berjumlah kurang lebih 150 orang yang sedang melakukan pelemparan batu dan kayu terhadap rumah kontrakan yang ditempati Aldo.

Tiba-tiba Aldo keluar dari rumah kontrakan tersebut sambil memegang sebilah pisau dan membuat warga lari berhamburan. Aldo kemudian langsung menuju masuk ke mobil patroli Polsek Belinyu. Dirinya yang sudah berada di dalam mobil tersebut kemudian dikepung oleh warga.

Aldo diketahui sempat mengamcan warga yang berada di luar mobil sehingga membuat warga geram dan memukuli Aldo. Lebih lanjut, dari pengakuan dan pemeriksaan terhadap Aldo, dirinya sendiri mengakui bahwa benar terjadi perseteruan di Pantai Putat dengan Diki dan menancapkan pisau ke lengan Diki pada saat di parkiran pantai.

Kemudian permasalahan antara Aldo dan Diki tersebut diselesaikan secara damai di rumah kontrakan Aldo yang turut disaksikan oleh Matsa, ayah Aldo dan sejumlah orang. Namun, setelah sepakat bersamai, tiba-tiba datang rombongan massa yang melempari rumah kontrakan tersebut dengan batu dan kayu. 

Ayah Aldo melakukan perlawanan dengan mengambil pisau untuk membubarkan massa. Pada saat massa terpecah dan berlarian, Aldo kemudian lari keluar dan melihat seorang laki-laki berjaket hitam, yakni Tomas yang sedang jatuh tersungkur.

Aldo kemudian menusukkan pisau dapur yang dipegangnya ke arah ketiak Tomas. Setelah aksi penusukan itu, Aldo bergegas lari dan masuk ke dalam mobil patroli Polsek Belinyu. Tak lama setelah itu, warga yang sudah geram kemudian menarik Aldo keluar dari mobil dan melakukan pengroyokan.

Dari peristiwa itu, Tomas yang sebelumnya menerima luka tusukan sempat dibawa ke Puskesmas Belinyu. Nyawanya tak tertolong lantaran menderita luka pada bagian dada kiri dekat ketiak. "Korban datang ke Puskesmas dalam kondisi gelisah dengan kesadaran menurun dan wajah tampak pucat. Korban meninggal dengan waktu kematian pukul 01.30 WIB," jelas Mauldi Waspandi.

Akibat peristiwa itu, Aldo ditetapkan sebagai tersangka dan turut menjalani perawatan lantaran mengalami sejumlah luka usai dikeroyok warga.

Diakuinya, Tomas, warga Kecamatan Riausilip yang merupakan korban salah sasaran meninggal dunia akibat luka tusuk. Selain itu, Matsa, ayah Aldo juga dirawat di fasilitas medis lantaran turut mengalami luka dari amukan warga.

"Terdapat pula dua unit rumah kontrakan yang mengalami pecah kaca jendela dan pintu rusak. Mobil patroli Polsek Belinyu juga mengalami kerusakan pada kaca dan pintu depan serta belakang sebelah kiri," ungkap Mauldi Waspandi.

Lebih lanjut, pihak kepolisian dari Polres Bangka dan Polsek Belinyu pun telah melakukan pra-rekonstruksi pada Minggu (8/2) guna mengungkap peristiwa tersebut. "Pasal yang disangkakan kepada tersangka yakni pembunuhan atau penganiayaan mengakibatkan kematian," pungkasnya. (u2)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved