Berita Pangkalpinang
Luruskan Niat, Jaga Puasa, Ustaz Kurnia Ajak Bekali Diri Sambut Ramadan
Bekal utama menyambut Ramadan bukan sekadar kesiapan fisik, tetapi kelurusan niat dan kesungguhan dalam beramal.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Umat Islam telah memulai ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah. Momentum ini menjadi saat yang dinanti penuh syukur, sekaligus ruang refleksi untuk memperbaiki diri dan memperbanyak amal shalih.
Dosen Hukum Islam Universitas Bangka Belitung, Dr. H. Muhammad Kurnia, Lc., M.Ag. mengingatkan, bekal utama menyambut Ramadan bukan sekadar kesiapan fisik, tetapi kelurusan niat dan kesungguhan dalam beramal.
Ustaz Kurnia menegaskan setiap manusia tak luput dari salah dan khilaf. Karena itu, Ramadan harus dijadikan momentum taubat dan memperbaiki kualitas ibadah. "Ramadan adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Bulan ini penuh keberkahan, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu. Maka sudah sepatutnya kita menyambutnya dengan hati yang bersih dan niat yang tulus," ujar Kurnia kepada Bangkapos.com, Rabu (18/2).
Ia mengingatkan, dalam Islam, niat adalah barometer utama diterima atau tidaknya sebuah amal. Mengutip sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Bukhari dan Muslim, ia menegaskan bahwa setiap amal tergantung pada niatnya. "Amal yang kecil bisa menjadi besar karena niat yang benar. Sebaliknya, amal yang besar bisa tak bernilai jika niatnya keliru," jelasnya.
Khusus dalam puasa Ramadan yang hukumnya wajib, niat menjadi rukun sahnya ibadah. Niat harus dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Jika seseorang lupa berniat hingga lewat waktu Subuh, maka puasanya tidak sah dan wajib diganti setelah Ramadan.
Namun, Ustaz Kurnia menjelaskan adanya pendapat ulama, seperti Imam Malik, yang membolehkan niat puasa Ramadan untuk sebulan penuh pada malam pertama. Meski demikian, ia tetap menganjurkan agar umat Islam melafalkan niat setiap malam karena memiliki keutamaan tersendiri.
Ia memaparkan sejumlah hal yang dapat membatalkan puasa, antara lain makan dan minum dengan sengaja, berhubungan suami istri di siang hari, muntah disengaja, haid bagi perempuan, memasukkan nutrisi ke dalam tubuh untuk menghilangkan lapar dan dahaga, hingga memasukkan sesuatu ke tenggorokan yang memberikan kenikmatan seperti asap rokok.
Dirinya juga mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam berkumur-kumur dan menggosok gigi saat berpuasa. Meski dalam kondisi normal hukumnya sunnah, saat berpuasa berkumur dapat menjadi makruh bahkan berpotensi membatalkan jika air tertelan.
"Hemat kami, lebih baik menggosok gigi setelah sahur sebelum azan Subuh. Aroma mulut orang berpuasa mungkin kurang nyaman di dunia, tetapi di sisi Allah kelak akan menjadi wangi seperti kasturi," tuturnya.
Bagi pelanggaran berat seperti hubungan suami istri di siang hari Ramadan, konsekuensinya bukan hanya qadha, tetapi juga kafarat, yakni memilih antara membebaskan budak, berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan 60 fakir miskin.
Tak hanya perkara yang membatalkan, Ustaz Kurnia juga mengingatkan hal-hal yang dapat mengurangi pahala puasa, seperti berbohong, marah, bergosip, berkata kotor, tidur sepanjang hari, dan memandang dengan syahwat.
Menurutnya, kesempurnaan pahala puasa sangat bergantung pada kualitas ibadah itu sendiri. Dalam hadis qudsi disebutkan bahwa puasa adalah ibadah istimewa yang balasannya langsung dari Allah.
"Ramadan disebut sebagai mawasimu ath-tho'ah, musim ketaatan. Artinya, bulan ini adalah kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbanyak tilawah Al-Qur'an, bersedekah, dan amal-amal kebaikan lainnya," ujarnya.
Ia pun mengajak umat Islam menjadikan kebersamaan dalam ketaatan sebagai motivasi untuk terus memperbaiki diri, bukan hanya selama Ramadan, tetapi juga setelahnya. "Jangan sampai Ramadan hanya berlalu sebagai rutinitas tahunan. Jadikan ia titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih bertakwa," pungkasnya. (t2)
| BKKBN Babel Beri Penghargaan Tim Kerja Terbaik |
|
|---|
| DWP Pangkalpinang Jadi Mitra Strategis Pemerintah |
|
|---|
| Polda Babel Musnahkan Barang Bukti Narkoba: Ganja Dibakar, Sabu Diblender |
|
|---|
| Ibu-ibu di Pangkalpinang Didorog Terapkan Pola Konsumsi Sehat di Rumah |
|
|---|
| Bank Mandiri Pangkalpinang Gelar Halalbihalal Bersama Media |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/Ustaz-Muhammad-Kurnia-2026.jpg)