Berita Pangkalpinang
Tokoh Umat Babel Tolak BoP, Rasyid Ridho: Bukan Solusi Damai yang Adil
Para habib, ustaz, dan tokoh umat Bangka Belitung menyatakan penolakan terhadap Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian
Desakan agar Indonesia keluar dari Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) menguat menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026.
Seruan itu datang dari sejumlah anggota parlemen hingga organisasi kemasyarakatan lintas agama yang menilai keanggotaan Indonesia di BoP berpotensi mencederai prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Serangan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/2) dilaporkan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Sejumlah pejabat Amerika Serikat menyebut Washington turut terlibat dalam operasi tersebut.
Kantor berita Tasnim dan Fars kemudian mengonfirmasi kematian Khamenei. Iran mendeklarasikan 40 hari masa berkabung dan tujuh hari libur nasional.
Anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin mendesak pemerintah segera keluar dari BoP. Menurutnya, partisipasi Indonesia di BoP telah mencederai prinsip bebas aktif sebagaimana diamanatkan konstitusi, karena organisasi tersebut membiarkan agresi militer terhadap bangsa lain.
“Amanat untuk turut aktif menjaga perdamaian dunia tidak tercermin apabila Indonesia menjadi bagian dari organisasi yang dinilai membiarkan terjadinya agresi militer terhadap bangsa lain, dalam hal ini invasi AS-Israel ke Iran,” ujar Hasanuddin kepada Kompas.com, Selasa (3/3/2026).
Politikus PDI-P itu menegaskan langkah keluar dari BoP bukan berarti Indonesia abai terhadap isu perdamaian dunia.
Dia menilai, langkah tersebut justru dapat mengembalikan posisi Indonesia sebagai negara yang konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan independen serta berpihak pada perdamaian dan penghormatan terhadap kedaulatan setiap bangsa.
Hasanuddin khawatir keputusan tetap berada dalam BoP dapat menimbulkan persoalan lebih besar dan membahayakan integritas politik luar negeri Indonesia di mata dunia.
“Daripada berlarut-larut dan menimbulkan persoalan yang lebih besar, sebaiknya pemerintah segera mengambil langkah untuk keluar. Ini penting demi menjaga konsistensi prinsip bebas aktif yang menjadi amanat konstitusi kita,” tuturnya.
Ketua MPR Ahmad Muzani angkat bicara soal desakan yang meminta Indonesia keluar dari BoP. Diketahui, desakan tersebut muncul setelah AS dan Israel yang notabenenya anggota BoP justru melancarkan serangan ke Iran.
Menurut Muzani, opsi Indonesia keluar atau tidaknya dari keanggotaan BoP haruslah berdasarkan kesepakatan bersama.
"Tetapi sekali lagi itu harus atas kesepakatan bersama-sama," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia bisa saja keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian bentukan Trump itu. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan hal tersebut, menyusul makin meningkatnya eskalasi di Timur Tengah.
"Bagi Indonesia masuk dan keluar BoP adalah sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh presiden. Kita bisa saja, kapan saja bisa keluar," kata Muzani.
| Dinas Perhubungan Pangkalpinang Angkut Motor yang Kedapatan Parkir Liar |
|
|---|
| 366 Siswa SMP di Pangkalpinang Ikut Tes Kemampuan Akademik |
|
|---|
| SPMB 2026 di Pangkalpinang Masih Tahap Verifikasi dan Validasi, Daya Tampung SMP 4.485 Siswa |
|
|---|
| Pendaftaran hingga Akhir April 2026, Bangka Pos Gelar UKW Gratis Bersama Lembaga Uji Kompas |
|
|---|
| Mafindo Babel Bekali 65 Guru PAUD Pelatihan AI |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20260305_beraudiensi-dengan-DPRD.jpg)