Rabu, 29 April 2026

Berita Belitung

Mantan Camat Selat Nasik Sebut Dermaga Suak Kemang Rusak Sejak 2017-2018

Kondisi lingkungan pesisir dengan paparan air laut yang asin menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan struktur dermaga

Tayang:
Editor: suhendri
posbelitung.co/Dede Suhendar
RUSAK PARAH - Kondisi dermaga Suak Kemang, Desa Petaling, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, rusak parah, Sabtu (14/3/2026). Lantai dermaga sudah rusak dan hilang. Papan-papan yang menjadi pijakan banyak yang patah dan lapuk sehingga warga hanya bisa berjalan di jalur papan sempit yang tersisa. 

SELAT NASIK, BABEL NEWS - Mantan Camat Selat Nasik, Azhari, mengatakan, kerusakan dermaga Suak Kemang, Desa Petaling, Kecamatan Selat Nasik, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, diperkirakan mulai terjadi sejak sekitar tahun 2017 hingga 2018.

Azhari sendiri sempat bertugas sebagai pelaksana tugas Camat Selat Nasik mulai 2019–2021 dan camat definitif pada 2021–2023.

“Kalau untuk dermaga Suak Kemang memang sudah lama rapuh. Perkiraan sejak 2017 atau 2018 kondisinya mulai rusak,” kata Azhari kepada Pos Belitung, Senin (16/3/2026). 

Ia menyebutkan, konstruksi dermaga tersebut sebenarnya menggunakan tiang beton, namun bagian lantai terbuat dari papan kayu.

Kondisi lingkungan pesisir dengan paparan air laut yang asin menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan struktur dermaga.

“Struktur tiangnya beton, tetapi lantainya papan. Karena pengaruh air asin, air laut masuk ke sela-sela besi sehingga menyebabkan korosi,” ujar Azhari.

Dia menuturkan, saat dirinya masih menjabat camat, dermaga tersebut masih cukup ramai digunakan oleh nelayan setempat.

Setidaknya ada belasan nelayan yang menggantungkan aktivitasnya di dermaga tersebut untuk melaut maupun menambatkan perahu.

Namun seiring waktu, sebagian nelayan akhirnya memilih berpindah ke lokasi lain karena akses yang makin sulit.

“Karena faktor lalu lintas nelayan yang makin susah, ada beberapa nelayan yang akhirnya pindah ke tempat lain yang lebih mudah untuk beraktivitas ke laut,” tutur Azhari.

Ia juga mengungkapkan pemerintah kecamatan bersama desa sebenarnya telah beberapa kali mengusulkan perbaikan dermaga tersebut melalui forum musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

Bahkan, kata Azhari, kondisi dermaga tersebut juga pernah ditinjau Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada tahun 2020.

Lebih lanjut, Azhari mengatakan, dermaga Suak Kemang diduga dibangun melalui program pemerintah pada masa lalu, kemungkinan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) atau Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).

Namun hingga kini status asetnya menjadi persoalan karena proses inventarisasi aset program tersebut baru dilakukan beberapa tahun terakhir.

“Sekarang regulasinya semua aset PNPM mulai diinventarisir untuk menjadi aset desa. Namun, saat desa ingin membangun kembali tentu terkendala biaya dan kewenangan,” tutur Azhari.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved