Rabu, 8 April 2026

Berita Belitung

IKPB Bandung Dorong Kebangkitan Urang Kampong

Ikatan Keluarga Pelajar Belitong (IKPB) Cabang Bandung menggelar kegiatan diskusi dan sarasehan bertajuk "Rekonstruksi Identitas 'Urang Kampong'.

Dokumentasi
BERFOTO BERSAMA - Rombongan IKPB Bandung berfoto bersama tamu undangan usai acara diskusi dan sarasehan bertajuk Rekonstruksi Identitas Urang Kampong di Geopark Information Center, Belitung pada Rabu (25/3). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Ikatan Keluarga Pelajar Belitong (IKPB) Cabang Bandung menggelar kegiatan diskusi dan sarasehan bertajuk "Rekonstruksi Identitas 'Urang Kampong': Dari Stigma Sosial Menuju Kekuatan Lokal dan Daya Saing Global Pelajar" yang berlangsung di Geopark Information Center, Belitung pada Rabu (25/3). 

Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi generasi muda Belitung untuk merefleksikan kembali identitas "urang kampong" yang selama ini kerap dipandang sebagai stigma, menjadi kekuatan sosial dan modal kompetitif di era global.

Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber inspiratif yang merupakan putra-putri asli Belitung (urang kampong) yang telah berkiprah baik di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu tokoh penting yang turut hadir adalah Kepala Dinas DPMPTSPP Kabupaten Belitung, Septi Anggraheni, yang memberikan perspektif kebijakan dan pembangunan daerah dalam mendorong potensi generasi muda.

Selain itu, para narasumber lain yang memiliki pengalaman di bidang akademik, pemerintahan, hingga jejaring global turut memperkaya diskusi dengan pendekatan multidisipliner, mulai dari isu geopolitik, pendidikan, hingga penguatan identitas lokal berbasis kawasan geopark.

Kegiatan dibuka oleh Ketua Umum IKPB Cabang Bandung, Muhammad Belva Juliadi. Ia menegaskan pentingnya membangun ruang berpikir kritis bagi pelajar Belitung. Diakuinya, kegiatan ini merupakan langkah awal untuk anak muda-mudi Belitung agar bisa berpikir kritis melalui wadah IKPB Cabang Bandung.

Ia juga menekankan, identitas "urang kampong" harus direkonstruksi bukan sebagai label keterbatasan, melainkan sebagai pondasi nilai, karakter, dan daya tahan (resilience) yang justru menjadi keunggulan dalam menghadapi persaingan global.

Diskusi berlangsung secara dinamis dan partisipatif, dengan mengangkat isu place-based resilience, optimalisasi potensi lokal Belitong dalam kerangka geopark global, serta strategi meningkatkan daya saing pelajar tanpa kehilangan akar identitas.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa "urang kampong" tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menjadi aktor perubahan, baik di tingkat lokal maupun global. Melalui forum ini, IKPB Cabang Bandung berharap dapat terus menjadi katalisator lahirnya generasi muda Belitong yang kritis, adaptif, dan bangga terhadap identitasnya. (*/dol)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved