Senin, 27 April 2026

Berita Bangka Selatan

Tindaklanjuti Aduan Masyarakat lewat Media Sosial, Riza-Debby Sidak RSUD Junjung Besaoh

Riza Herdavid serta Debby Vita Dewi bersama jajaran melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh.

Bangkapos.com
BERBINCANG -Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid serta Debby Vita Dewi bersama jajaran saat berbincang dengan masyarakat ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh, Sabtu (28/3). 

TOBOALI, BABEL NEWS - Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid serta Debby Vita Dewi bersama jajaran melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh. Sidak dilakukan setelah menerima aduan masyarakat terkait pelayanan kesehatan. Kegiatan tersebut difokuskan pada pengecekan langsung kualitas pelayanan serta memastikan tidak ada kendala dalam program berobat gratis.

Didampingi jajaran pejabat daerah dan manajemen rumah sakit, Riza Herdavid bergerak dari satu ruangan ke ruangan lain, memperhatikan setiap detail pelayanan yang berlangsung. Di ruang tunggu, ia memperlambat langkahnya, menyapa warga yang tengah menanti giliran berobat. 

Riza Herdavid mengatakan, sidak dilakukan sebagai respons cepat terhadap laporan warga yang masuk melalui media sosial miliknya. Ia menilai kanal aduan digital menjadi jalur efektif bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan secara langsung kepada kepala daerah. Dengan turun langsung ke lapangan, ia ingin memastikan kebenaran laporan sekaligus melihat kondisi riil pelayanan.

"Masyarakat bisa akses apapun langsung ke saya selaku kepala daerah, tadi ada aduan masuk lewat media sosial makanya saya langsung cek ke sini," ujar Riza Herdavid, Sabtu (28/3).

Dalam sidak tersebut, ia menyoroti aspek pelayanan yang dinilai masih perlu ditingkatkan oleh pihak rumah sakit. Ia bahkan memberikan teguran kepada jajaran manajemen, khususnya di bagian pelayanan yang bersentuhan langsung dengan pasien. 

Menurutnya, kualitas interaksi petugas dengan masyarakat menjadi kunci utama dalam pelayanan kesehatan. "Bu direktur rumah sakit harus memperkuat pelayanan, terutama di bidang pelayanan karena yang saya berikan teguran hari ini bagian pelayanan," tegas Riza Herdavid.

Selain mengevaluasi pelayanan, dirinya memastikan program berobat gratis menggunakan KTP dan KK tetap berjalan. Ia melakukan pengecekan dengan menanyakan langsung kepada pasien yang sedang dirawat. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada pungutan biaya yang bertentangan dengan kebijakan pemerintah daerah.

Riza Herdavid mengaku sempat khawatir jika program berobat gratis tidak berjalan optimal di lapangan. Oleh karena itu, sidak menjadi cara untuk memverifikasi langsung implementasi kebijakan tersebut. Ia juga menyinggung pentingnya integrasi program dengan skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).

"Saya takutnya program saya ini tidak jalan untuk berobat menggunakan KTP, tapi setelah saya cek semuanya masih bilang gratis," sebutnya.

Riza Herdavid juga membuka ruang pengaduan bagi masyarakat yang masih menemukan kendala pelayanan. Ia meminta warga untuk melaporkan langsung jika terdapat fasilitas kesehatan yang tidak memberikan layanan sebagaimana mestinya. Bahkan, ia siap turun tangan apabila laporan tidak ditindaklanjuti oleh instansi terkait.

Riza Herdavid menilai masih ada kendala akses komunikasi antara masyarakat dengan pihak rumah sakit maupun dinas terkait. Kondisi ini membuat sebagian warga lebih memilih menyampaikan keluhan langsung kepada kepala daerah melalui media sosial. 

Ia pun menegaskan akan tetap membuka akses tersebut sebagai bagian dari pelayanan publik. "Apabila ada fasilitas kesehatan yang tidak melayani silakan lapor ke saya, nanti akan saya yang turun tangan," kata Riza Herdavid(u1)

Sudah Jalankan Prosedur Penanganan
MANAJEMEN Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Junjung Besaoh, Kabupaten Bangka Selatan, angkat bicara terkait aduan masyarakat yang sebelumnya memicu sidak Bupati dan Wakil Bupati Bangka Selatan Riza Herdavid-Debby Vita Dewi dan jajaran. Aduan tersebut menyebut adanya keterlambatan penanganan terhadap seorang pasien yang mengalami kejang saat dirawat. Pihak rumah sakit memastikan bahwa kasus tersebut telah ditangani sesuai dengan prosedur medis yang berlaku.

Direktur RSUD Junjung Besaoh, Helen Sukendy mengatakan, sidak yang dilakukan bupati dan wakil bupati menindaklanjuti aduan yang masuk ke media sosial milik bupati. Keluhan yang disampaikan keluarga pasien memang telah diterima dan menjadi perhatian pihak rumah sakit. 

Ia menyebut kondisi pasien saat itu memerlukan penanganan intensif sekaligus koordinasi lanjutan untuk proses rujukan. Dalam situasi tersebut, tenaga medis tetap menjalankan tindakan sesuai standar operasional.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved