Berita Belitung Timur
BPBD Sarankan Warga Siapkan Tangki Penampung Air
Robby Yanuar mengimbau, warga untuk mulai melakukan gerakan hemat air di tingkat rumah tangga.
MANGGAR, BABEL NEWS - Langit di Kabupaten Belitung Timur belakangan ini bersih tanpa awan mendung, Senin (30/3). Matahari bersinar terik, menyisakan debu yang berterbangan di bahu jalan. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa Belitung Timur mulai memasuki babak awal musim kemarau tahun 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Belitung Timur, Robby Yanuar mengonfirmasi, masa peralihan musim sudah terjadi. Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kering ini diprediksi akan berlangsung hingga bulan Agustus 2026.
"Dimulai dari hari raya kemarin hingga hari ini, itu belum pernah lagi turun hujan. Diperkirakan awal kemarau ini sudah dimulai dan kemungkinan berlangsung sampai Agustus nanti," ujar Robby Yanuar.
Robby Yanuar mengimbau, warga untuk mulai melakukan gerakan hemat air di tingkat rumah tangga. Penggunaan air yang biasanya melimpah, kini harus mulai dikontrol dengan ketat agar cadangan air tanah tidak cepat habis. "Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih menghemat penggunaan air. Gunakan secukupnya dan jangan berlebihan dalam pemakaian sehari-hari," ucapnya.
Satu di antara saran yang disampaikan BPBD adalah penyediaan sarana penyimpanan air mandiri di setiap rumah. Penggunaan tangki air atau tandon di rumah-rumah warga dianggap sebagai langkah mitigasi paling efektif sebelum krisis air benar-benar mencapai puncaknya.
Robby Yanuar mengatakan, keberadaan tangki air di rumah-rumah berfungsi sebagai cadangan darurat. Jika suatu saat distribusi air terhambat atau sumur mulai menyusut, warga masih memiliki simpanan untuk kebutuhan mendesak selama beberapa hari ke depan.
"Antisipasi penyediaan tangki di setiap rumah yang berisi air secukupnya sangat penting. Ini untuk memastikan ketersediaan air bersih selama puncak kemarau nanti," ungkapnya.
Bagi warga di desa-desa yang selama ini langganan kekeringan, BPBD juga sudah menyiapkan langkah penanganan. Rencananya, pembangunan tandon kolektif atau penampungan air hujan akan digalakkan di titik-titik yang paling terdampak.
Pembangunan tandon di level desa ini diharapkan menjadi penyelamat bagi warga yang tidak memiliki kemampuan finansial untuk membangun sumur bor atau membeli tangki air pribadi yang harganya cukup lumayan.
Selain tandon, BPBD juga mendorong gerakan pembuatan sumur resapan dan lubang biopori di kawasan pemukiman. Langkah ini termasuk dalam upaya jangka panjang agar air hujan tidak mengalir sia-sia ke laut, melainkan terserap menjadi cadangan air tanah.
Robby Yanuar juga meminta masyarakat untuk aktif menyimak informasi prakiraan cuaca dari BMKG. Dengan begitu, warga bisa mengatur strategi penggunaan air dan bersiap jika ada potensi kemarau ekstrem yang lebih panjang dari prediksi semula.
"Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dampak kemarau dapat ditekan dan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi hingga musim hujan kembali tiba," pungkasnya. (z1)
| Edukasi Lewat Liburan di Kabupaten Belitung Timur, Yusril Ajak Cucu Belajar Sejarah |
|
|---|
| DPRD Belitung Timur Minta Pabrik Stabilkan Harga TBS Sawit |
|
|---|
| Lima Polisi Terima Penghargaan MAKIN Belitung Timur |
|
|---|
| 67 Siswa SMAN 1 Manggar Lolos Kampus Negeri Favorit |
|
|---|
| Bupati Beltim Perkuat Akses Jaminan Kesehatan Warga Kurang Mampu, Pasien Cukup Tunjukan KTP |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Kepala-Pelaksana-BPBD-Belitung-Timur-Robby-Yanuar.jpg)