Rabu, 6 Mei 2026

Berita Bangka Barat

Pemkab Babar Mulai Sosialisasi Proyek Pembangunan Kota Tua Mentok

Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mulai melakukan sosialisasi ke sejumlah warga dan instansi rencana proyek pembangunan Kota Tua Mentok.

Tayang:
Bangkapos.com
TAMAN LOKOMOBIL -Kawasan Taman Lokomobil yang bakal dilakukan pembangunan proyek Kota Tua Mentok. Foto diambil, Selasa (14/4). 

MENTOK, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Barat mulai melakukan sosialisasi ke sejumlah warga dan instansi rencana proyek pembangunan Kota Tua Mentok, di kantor Kecamatan Mentok, Senin (13/4). Objek yang bakal dibangun berada di Taman Lokomobil dan Lapangan Gelora, berada di Kecamatan Mentok.

Proyek tersebut merupakan kegiatan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang telah dilelang pada 2025 dan dijadwalkan mulai dikerjakan pada 2026 dengan nilai Rp25 miliar dari APBN.

"Sosialisasi dilakukan bertujuan untuk tahap awal pelaksanaan proyek. Masuk dalam persiapan proyek, isinya sosialisasi kepada masyarakat, instansi, dan lembaga. Yang terdampak langsung pelaksanaan kegiatan proyek," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bangka Barat, Sidarta Gautama, Selasa (14/4).

Ia mengatakan, tahapan awal telah dilakukan melalui kegiatan Pre Construction Meeting (PCM) bersama Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kementerian PUPR. Dilanjutkan sosialisasi kepada masyarakat serta instansi terkait.

"Kita ingin memberikan edukasi, memberikan informasi, mensosialisasikan tentang apa yang dikerjakan di sini. Kemudian apa manfaatnya, untuk masyarakat ke depan, itu yang kita sampaikan," ujarnya.

Menurutnya, dalam sosialisasi banyak disampaikan terkait rencana pembangunan wajah Kota Mentok, yang ternyata sudah lama dinanti oleh masyarakat. "Banyak masukan positif, konstruktif untuk kegiatan, masyarakat sudah mendambakan wajah Mentok, agar lebih modern, rapi, tertata sedemikian rupa. Sehingga mereka mendukung memberikan masukan dan saran itu," katanya.

Pihaknya juga sudah menyampaikan ke Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Kementerian PUPR untuk dapat menjaga situasi dan kondisi tersebut. "Sehingga tetap terjaga, selama pembangunan Kota Tua. Dengan melibatkan masyarakat dalam pengambil keputusan," pungkasnya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved