Berita Pangkalpinang
Lapas Pangkalpinang Luncurkan Inovasi Panic Button
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, menghadirkan inovasi Panic Button
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, menghadirkan inovasi Panic Button dalam program Smart Lansia guna mempercepat respons darurat, mempermudah monitoring, serta meminimalkan risiko keterlambatan penanganan warga binaan lanjut usia (lansia).
Panic Button dihadirkan sebagai langkah strategis untuk memberikan perlindungan optimal bagi warga binaan lansia, sekaligus memperkuat pelayanan Lapas Pangkalpinang yang profesional dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.
Kepala Lapas Pangkalpinang, Sugeng Indrawan, mengapresiasi inovasi Smart Lansia sebagai bentuk komitmen peningkatan kualitas pelayanan.
"Kami menyambut baik inovasi ini sebagai wujud kepedulian terhadap warga binaan lansia yang rentan sehingga percepatan penanganan menjadi penting untuk menjaga keselamatan serta kualitas pelayanan," kata Sugeng, Selasa (5/5/2026).
Melalui inovasi ini, Lapas Pangkalpinang berharap dapat meningkatkan kinerja petugas sekaligus memberikan perlindungan maksimal bagi warga binaan lansia.
"Upaya ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mewujudkan pelayanan pemasyarakatan yang profesional, responsif, berintegritas, modern, dan akuntabel serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan," ujar Sugeng.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Pangkalpinang Andri Febrianto menyebutkan, inovasi tersebut sangat membantu petugas dalam meningkatkan kesiapsiagaan dan kecepatan respons di lapangan.
"Dengan adanya Panic Button, koordinasi antarpetugas menjadi lebih efektif sehingga penanganan kondisi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat," kata Andri.
Calon pegawai negeri sipil (CPNS) Lapas Pangkalpinang, Sulaiman, selaku penggagas inovasi, mengatakan, inovasi tersebut merupakan bagian dari tugas aktualisasi dalam pelatihan dasar CPNS.
"Melalui inovasi ini, kami berupaya menghadirkan solusi sederhana namun berdampak besar, khususnya dalam meningkatkan respons cepat terhadap kondisi darurat warga binaan lansia," kata Sulaiman.
Menurut dia, keberadaan warga binaan lansia di Lapas Pangkalpinang menunjukkan adanya kebutuhan khusus dalam pelayanan dan pengawasan.
Namun, respons terhadap kondisi darurat masih belum optimal akibat keterbatasan sistem peringatan dini, sarana prasarana, serta kesiapsiagaan dan koordinasi petugas.
Oleh karena itu, dengan adanya Panic Button diharapkan dapat memberikan rasa aman serta perlindungan yang lebih baik selama warga binaan lansia menjalani masa pembinaan. (riz)
| BKPSDMD Babel Bakal Optimalkan Early Warning System |
|
|---|
| Ekonomian Pangkalpinang Melambat di Triwulan IV-2025, Ini Pemicunya |
|
|---|
| Tersangka Kasus Pembakaran Kantor Dishub Babel Terancam Diberhentikan dari ASN |
|
|---|
| Maret 2026, Ekspor Timah Tembus 197,31 Juta Dolar AS |
|
|---|
| Gotong Royong Rutin Selasa dan Jumat di Pangkalpinang, Pemkot Sasar Titik Penumpukan Sampah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20260505_Lapas-Pangkalpinang.jpg)