Rabu, 6 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

BKPSDMD Babel Bakal Optimalkan Early Warning System

BKPSDMD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengoptimalkan early warning system.

Tayang:
Editor: suhendri
Bangkapos.com/Riki Pratama
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Darlan. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengoptimalkan early warning system.

Tujuannya untuk mendeteksi dini dan memantau perilaku aparatur sipil negara (ASN) sebagai bentuk pencegahan terhadap hal-hal yang tidak diinginkan.

Pengoptimalan early warning system tersebut menyusul adanya peristiwa pembakaran kantor Dinas Perhubungan Provinsi Babel yang diduga dilakukan oknum aparatur sipil negara (ASN) bernama Anoperki Sandra pada Rabu (29/4/2026) lalu. 

"Kalau ada perilaku-perilaku yang agak menyimpang akan segera kita lakukan pembinaan sehingga nantinya ada perhatian, pendekatan secara humanisme sehingga permasalahannya didapati win-win solution," kata Kepala BKPSDMD Provinsi Babel Darlan kepada wartawan, Selasa (5/5/2026).

Darlan menyebutkan, konsep early warning system sebenarnya sudah mulai diterapkan sejak 2025 lalu. Hal ini sebagai inisiatif internal, bahkan tanpa menggunakan anggaran khusus.

Program tersebut dikemas dalam kegiatan peningkatan kapasitas ASN dengan berbagai materi pembinaan.

"Jadi judul diklatnya peningkatan kapasitas ASN berlangsung selama tiga hari, materinya beragam dari mulai ceramah agama, penyembuhan diri, penyadaran diri oleh psikolog, juga dari sisi pencegahan tindak pidana korupsi. Selain itu, dilakukan upaya pencegahan terjadinya tindak pidana makar sehingga jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutur Darlan.

Untuk tahun 2026, BKPSDMD Provinsi Babel telah memperkuat langkah tersebut dengan menjalin komunikasi dengan Komisi I DPRD Provinsi Babel. 

"Hasilnya, rencana implementasi sistem deteksi dini ini mendapat dukungan positif dan akan segera direalisasikan," ujar Darlan.

Dalam waktu dekat, lanjut dia, seluruh ASN bakal menjalani proses asesmen dan profiling untuk memetakan kemampuan intelektual hingga kondisi emosional masing-masing individu.

Dengan demikian, diharapkan mampu mengidentifikasi potensi risiko sejak awal sehingga ASN yang terindikasi memiliki perilaku menyimpang dapat segera ditangani melalui pendekatan profesional.

"Jadi ASN yang memiliki perilaku menyimpang dari kondisi tidak umum akan kita lakukan treatment karena kita sudah ada psikolog, ada assesor yang bisa mengarahkan mereka. Nanti pola treatment-nya rekomendasi dari asesor itu sendiri," kata Darlan. (riu)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved