Kamis, 16 April 2026

Berita Belitung Timur

Dinkes Cek Kesehatan 22 Calhaj Belitung Timur Tiap Pekan

Sebanyak 22 jemaah kini berada dalam pengawasan guna memastikan kesiapan fisik dan mental sebelum pergi ke tanah suci.

Dokumentasi
VAKSIN HAJI -Calon jemaah haji asal Belitung Timur saat menerima suntikan vaksin sebagai bagian dari persyaratan kesehatan wajib sebelum diberangkatkan ke tanah suci, Selasa (14/4). 

MANGGAR, BABEL NEWS - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Belitung Timur terus melakukan pengawalan ketat terhadap kondisi kesehatan calon jemaah haji yang akan diberangkatkan pada musim haji 1447 Hijriah. Sebanyak 22 jemaah kini berada dalam pengawasan guna memastikan kesiapan fisik dan mental sebelum pergi ke tanah suci.

Kepala Seksi Epidemiologi Dinas Kesehatan Belitung Timur, Herlina mengatakan, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Belitung Timur awalnya tercatat sebanyak 20 orang, namun berkurang menjadi 18 orang setelah dua calon jemaah membatalkan diri.

Namun, kuota tersebut kembali terisi seiring adanya slot tambahan dari pemerintah pusat. Tambahan ini meliputi kuota lansia beserta pendampingnya, serta tambahan pasangan suami istri pada bulan Januari lalu, sehingga total jemaah kini mencapai 22 orang.

"Alhamdulillah, total seluruhnya ada 22 orang. Kami berharap semua jemaah ini tetap sehat dari sekarang sampai keberangkatan tanggal 30 nanti, hingga kembali lagi ke tanah air dalam kondisi lengkap," ujar Herlina.

Herlina memastikan seluruh calon jemaah dalam keadaan sehat berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala. Pemeriksaan rutin sebenarnya telah dimulai sejak Desember 2025.

Hasil pemeriksaan awal yang baik tidak serta merta membuat Dinkes lalai. Sebelum memasuki bulan Ramadan, tepatnya Januari para jemaah menjalani pengecekan kesehatan serta uji kebugaran untuk melihat kesiapan fisik mereka. Jemaah yang memiliki catatan kesehatan tertentu dari dokter juga menjadi perhatian Dinkes Belitung Timur.

Herlina menjelaskan, pengawasan khusus dilakukan setidaknya seminggu sekali untuk memastikan kondisi jemaah tetap stabil. "Jika ada catatan dari dokter, berarti kita butuh pemantauan yang terus-menerus. Biasanya seminggu sekali kita kontrol. Kami juga meminta jemaah untuk tidak ragu datang ke pelayanan kesehatan terdekat jika ada keluhan sekecil apa pun," ucapnya.

Herlina mengingatkan, ibadah haji bukan hanya persoalan ibadah spiritual, namun juga aktivitas fisik yang menguras energi. Herlina menyarankan para jemaah untuk rutin olahraga ringan, seperti berjalan kaki. Hal ini ia yakini dapat membiasakan tubuh para jemaah dengan aktivitas lari kecil dan selama prosesi haji.

"Haji itu ada kegiatan fisik seperti lari kecil dan berjalan panjang. Makanya, kami berharap setiap dua tahun sebelum berangkat kita sudah tahu siapa jemaah yang akan berangkat agar pembinaan bisa dilakukan lebih awal," ungkapnya.

Herlina juga menyinggung terkait kewajiban vaksinasi bagi para jemaah haji. Saat ini terdapat tiga jenis vaksin yang menjadi fokus utama pemerintah. Vaksin Meningitis, Polio (IPV), serta vaksin COVID-19 dipastikan telah ter-cover sepenuhnya.

"Jika ditemukan jemaah yang belum vaksin Covid-19, kami tetap lakukan vaksinasi karena ada ketersediaan stok dari pusat maupun provinsi khusus untuk calon jemaah haji," ujar Herlina.

Herlina menyebut penggunaan masker sangat disarankan bagi jemaah yang harus keluar rumah, terutama jika sedang dalam kondisi flu atau pilek. Kedisiplinan ini bisa jadi kunci agar jemaah tetap bugar saat hari keberangkatan tiba.

"Alangkah baiknya tetap dijaga. Kalau memang tidak penting-penting sekali, tidak usah ke mana-mana. Perbanyak istirahat, ibadah, dan tetap olahraga fisik di sekitar rumah saja," jelasnya. (z1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved