Selasa, 12 Mei 2026

Berita Bangka Tengah

MAN IC Bangka Tengah Wisuda 85 Tahfidz Al-Qur'an

MAN IC Bangka Tengah menggelar agenda pengukuhan dan wisuda Tahfidz Al-Qur'an Angkatan IX Vantera Generation pada Sabtu (9/5).

Tayang:
Dokumentasi
FOTO BERSAMA - Foto bersama antara tamu undangan dan perwakilan siswa dalam agenda pengukuhan dan wisuda Tahfidz Al-Qur'an Angkatan IX Vantera Generation MAN IC Bangka Tengah, pada Sabtu (9/5). 

KOBA, BABEL NEWS - Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Bangka Tengah menggelar agenda pengukuhan dan wisuda Tahfidz Al-Qur'an Angkatan IX Vantera Generation pada Sabtu (9/5). Kegiatan wisuda bagi 85 siswa tahfidz Al-Qur'an tersebut dihadiri oleh Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman, Plt Kepala Kanwil Kemenag Bangka Belitung, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah dan sejumlah undangan lainnya.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman menyampaikan rasa bangganya karena saat ini MAN IC Bangka Tengah telah melahirkan lulusan angkatan ke-9 yang dinilai mampu menjadi generasi unggul.

Menurutnya, setiap anak yang mampu menghafal Al-Qur'an sangat istimewa karena termasuk orang-orang yang berinteraksi dengan Al-Qur'an sehingga mendapatkan kemuliaan di sisi Allah Swt. "Orang yang menghafal Al-Qur'an, atas izin Allah Swt, memiliki keistimewaan tertentu. Karena itu, anak-anakku semuanya harus menjaga hafalan dan menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup," ujar Algafry Rahman.

Secara khusus Algafry Rahman juga berpesan agar para penghafal Al-Qur'an harus mampu menunjukkan sikap dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. "Jangan sampai kita menghafal Al-Qur'an hanya ingin dipanggil hafidz. Segala amal ibadah harus dilakukan dengan keikhlasan," ucapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di madrasah berbasis keislaman, karena pendidikan agama yang kuat menjadi bekal penting menghadapi tantangan zaman.

Ketua Angkatan IX Vantera Generation, Afrand Izzudin turut menyampaikan rasa bangga sekaligus haru karena harus meninggalkan madrasah yang selama ini menjadi rumah kedua mereka.

"Hari ini terasa agak sedikit berbeda. Ada rasa bangga bisa sampai ke titik ini, ada juga rasa sedikit haru karena pada hari ini kami harus meninggalkan rumah kedua kami yang sudah kami tempati selama tiga tahun ini," ungkap Afrand.

Afrand berpesan agar tetap menjaga persaudaraan dan terus melangkah meraih masa depan. "Hari ini bukanlah akhir, tetapi babak baru bagi kita. Mari terus melangkah bersama dan semoga langkah kita selalu diiringi keberkahan Allah Swt," katanya. (w4)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved