Senin, 11 Mei 2026

Berita Pangkalpinang

Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Babel, Kompetensi dan Etika Jadi Pondasi Utama

Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Bangka Belitung masa bakti 2025-2028 di Grand Safran Hotel Pangkalpinang, Jumat (8/5).

Tayang:
Bangkapos.com
PELANTIKAN PENGURUS IDI - Pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Bangka Belitung masa bakti 2025-2028 di Grand Safran Hotel Pangkalpinang, Jumat (8/5). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Bangka Belitung, dr. Arinal Pahlevi, Sp.DVE menegaskan pentingnya kompetensi dan etika sebagai pondasi utama profesi dokter di Indonesia. Hal ini disampaikannya dalam pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Bangka Belitung masa bakti 2025-2028 di Grand Safran Hotel Pangkalpinang, Jumat (8/5).

"Membangun organisasi dokter yang solid, profesional dan kolaboratif dalam mendukung pelayanan kesehatan di daerah," kata Arinal Pahlevi.

Selain Arinal Pahlevi, kepengurusan IDI Wilayah Bangka Belitung juga diisi Ketua Dewan Pertimbangan dr. Andri Nurtito, MARS , Ketua Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) dr. Egha Zainur Ramadhani, Sp.PK, dan Ketua Majelis Pertimbangan dan Pengembangan Kedokteran (MPPK) dr. Andriansyah Bonorusid, Sp.DVE.

Arinal Pahlevi mengatakan, pelantikan tersebut merupakan momentum yang telah lama dipersiapkan oleh jajaran pengurus. "Alhamdulillah, ini momen yang sudah kami tunggu-tunggu. Sudah direncanakan cukup panjang waktu merencanakannya. Alhamdulillah bisa dilaksanakan hari ini, lancar sesuai harapan," kata Arinal Pahlevi.

Menurutnya, kepengurusan baru IDI Wilayah Bangka Belitung memiliki komitmen untuk ikut berkontribusi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di daerah. "Ke depannya melalui organisasi kami, Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Bangka Belitung, dapat berkontribusi untuk menunjang khususnya derajat kesehatan masyarakat Bangka Belitung dan secara umum derajat kesehatan bangsa dan negara Indonesia," jelasnya.

Diakuinya, pembangunan sektor kesehatan tidak dapat dilakukan sendiri. Karena itu pihaknya menggandeng berbagai unsur mulai dari pemerintah, rumah sakit, klinik, organisasi profesi hingga Forkopimda di Bangka Belitung.

"Para tamu undangan yang kami hadirkan hari ini merupakan elemen-elemen dalam pembangunan kesehatan. Mulai dari stakeholder pemerintah, rumah sakit, asosiasi rumah sakit, asosiasi klinik, para direktur rumah sakit, organisasi profesi hingga Forkopimda Bangka Belitung," jelasnya.

Ia berharap sinergi tersebut mampu mendukung terciptanya tata kelola pelayanan kesehatan yang baik di Bangka Belitung. Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap dokter dalam menjalankan tugas profesinya. Menurut dia, rasa aman sangat diperlukan agar dokter dapat bekerja secara optimal sesuai kompetensinya.

"Dalam bekerja rasa aman itu diperlukan. Aman dalam prosedur pelaksanaan kompetensi sebagai seorang dokter, kemudian juga kesejahteraannya rasa aman, sehingga dengan rasa aman itu setiap dokter dapat dengan baik dan optimal melaksanakan tugas-tugas kompetensinya," ujarnya.

Ia menegaskan profesi dokter harus berdiri di atas dua hal penting yakni kompetensi dan etika profesi. "Kita seolah-olah berdiri pada dua kaki. Yang satu kompetensi, kemampuan, ilmu pengetahuan, keterampilan dan skill seorang dokter. Yang kedua adalah etika. Karena profesi dokter adalah profesi khusus yang memiliki etika khusus pula," katanya.

Sekretaris Jenderal PB IDI, Telogo Wismo Agung Durmanto menegaskan, profesi dokter harus tetap menjunjung tinggi etika, profesionalisme dan kesejahteraan. "Dokter Indonesia harus beretika, mandiri, profesional dan menjunjung tinggi nilai kesejahteraan," ujarnya.

Ia mengingatkan, setiap dokter harus memiliki dua pondasi utama agar tetap kokoh dalam menjalankan profesinya. "Setiap dokter Indonesia itu harus punya dua kaki. Satu kaki kompetensi dan kedua kaki etika. Maka tetaplah berdiri tegak dokter di Indonesia termasuk profesinya dalam Ikatan Dokter Indonesia," katanya.

Menurutnya, kepengurusan baru IDI Wilayah Bangka Belitung juga diharapkan menjadi organisasi profesi yang solid baik secara internal maupun eksternal. "Insya Allah pengurus IDI wilayah masa bakti ini memiliki visi menjadi organisasi profesi yang solid. Solid internal ke bawah hingga seluruh cabang dan juga solid ke atas bersama pengurus besar serta seluruh jajaran," pungkasnya. (x1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved