Berita Pangkalpinang
Pangkalpinang Evaluasi APBD 2026, Realisasi Pendapatan Rata-rata di Atas 30 Persen
Secara umum, capaian pendapatan daerah Pangkalpinang telah berada di atas 30 persen
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Realisasi pendapatan daerah dan penggunaan anggaran Pemerintah Kota Pangkalpinang hingga pertengahan Mei 2026 umumnya menunjukkan tren positif.
Secara umum, capaian pendapatan daerah Pangkalpinang telah berada di atas 30 persen meski terdapat sejumlah retribusi yang realisasinya masih di bawah target karena karakter penerimaan yang baru masuk pada akhir tahun.
Hal itu disampaikan Wali Kota Pangkalpinang, Saparudin atau yang akrab disapa Udin, usai memimpin rapat evaluasi kinerja, fisik, dan keuangan APBD 2026 bersama pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang, Senin (18/5/2026).
Rapat berlangsung di kantor Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bapperida) Kota Pangkalpinang.
"Secara umum realisasi pendapatan dan penggunaan anggaran itu sudah masuk ke pemenuhannya. Ini sudah masuk bulan kedua evaluasi, rata-rata secara umum sudah di atas 30 persen," kata Udin.
Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah pos pendapatan yang belum optimal.
Salah satunya berasal dari retribusi rumah guru yang saat ini masih dalam tahap pendataan sehingga realisasinya diproyeksikan masuk pada penghujung tahun.
Selain itu, terdapat pula beberapa sumber pendapatan yang memang memiliki pola pembayaran di akhir tahun, seperti skema bangun guna serah (BGS) yang jatuh tempo pembayaran kontribusinya pada akhir periode anggaran.
"Misalnya rumah guru yang penyelesaiannya masih pendataan, maka realisasinya di akhir tahun. Kemudian ada beberapa yang memang banyaknya di akhir tahun, seperti pendapatan dari bangun guna serah karena jatuh temponya di akhir tahun," tutur Udin.
Karena itu, Udin optimistis target pendapatan daerah dapat tercapai sesuai perencanaan.
Ia menyebutkan, seluruh potensi kendala dan capaian telah dipetakan serta disampaikan kepada seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
"Semua sudah kita analisis, sudah kita sampaikan sehingga kepala-kepala OPD tahu, dan publik juga tahu apa yang menjadi hal-hal yang perlu kita sikapi sehingga kita bisa melaksanakan pemerintahan secara transparan dengan akuntabilitas tinggi," ujarnya.
Berdasarkan data, realisasi pendapatan asli daerah (PAD) Kota Pangkalpinang hingga 13 Mei 2026 tercatat Rp91,43 miliar atau 35,04 persen dari target Rp260,88 miliar.
Capaian tersebut sedikit lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun 2025 yang berada di angka 33,69 persen.
Kontributor terbesar masih berasal dari sektor pajak daerah dengan realisasi sebesar Rp57,3 miliar atau 33,98 persen dari target Rp168,64 miliar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/20260504_Saparudin.jpg)