Kamis, 28 Mei 2026

Berita Bangka Selatan

Pasokan Masih dari Luar Daerah, Pemkab Bangka Selatan Perketat Pengawasan Distribusi Bahan Pokok

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mulai memperketat pengawasan distribusi bahan pokok guna menjaga kestabilan harga di pasaran.

Tayang:
Bangkapos.com
Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan mulai memperketat pengawasan distribusi bahan pokok guna menjaga kestabilan harga di pasaran. Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menyoroti masih tingginya ketergantungan pasokan sejumlah komoditas dari luar daerah yang dinilai mempengaruhi harga di tingkat konsumen. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah mendorong penguatan distribusi hasil pertanian lokal agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dari produksi petani Bangka Selatan sendiri.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi mengatakan, hasil pemantauan TPID menunjukkan sebagian besar pasokan bahan pokok masih berasal dari distributor luar daerah, terutama dari Kota Pangkalpinang. Pemerintah daerah telah memanggil Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DPPP) hingga Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMINDAG) untuk memastikan pengawasan distribusi berjalan maksimal. 

"Saya kemarin sudah panggil DPPP dan DKUKMINDAG bagaimana hari ini peran TPID itu harus jalan. Artinya, kenapa cabai kecil itu mahal. Karena tergantung dari distributor luar," kata Debby Vita Dewi, Selasa (26/5).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah saat ini mulai membina lahan cabai seluas 24 hektare dengan kapasitas produksi sekitar 80 ton per tahun. Produksi tersebut dinilai cukup untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat apabila distribusinya diawasi secara ketat. Namun, ia menilai pengawasan terhadap alur distribusi hasil panen petani masih belum berjalan optimal. 

Karena itu, pemerintah daerah meminta agar hasil produksi cabai petani lokal tidak lagi dikirim keluar daerah. Pemkab Bangka Selatan juga berencana menyiapkan distributor lokal agar hasil panen petani dapat langsung disalurkan ke pasar dalam daerah. Langkah tersebut dinilai menjadi solusi untuk menjaga kestabilan harga dan memperkuat rantai distribusi pangan lokal. 

"Jadi saya mohon nanti jangan ada lagi petani-petani kita untuk mengirim hasil produksinya ke Pangkalpinang," jelasnya.

Selain cabai lanjut dia, pemerintah daerah juga mulai menyoroti kebutuhan bawang yang selama ini masih dipasok dari luar Bangka Selatan, termasuk dari Bangka Tengah. Ia menyebut daerah tersebut sudah mampu menanam bawang secara mandiri dan kondisi itu akan dijadikan contoh untuk memperkuat produksi bawang lokal. 

Pemerintah daerah telah meminta Dinas Pertanian segera membuka lahan baru agar distribusi bawang tidak lagi bergantung pada daerah lain. "Ini jadi poin solusi supaya harga ke depan, supaya masyarakat juga harganya, saya ingin sebetulnya harganya stabil semuanya, enggak ada yang naik," sebutnya.

Menurutnya, pemerintah daerah memastikan pasokan bahan pokok di Bangka Selatan hingga saat ini masih dalam kondisi aman. Tingginya aktivitas jual beli di pasar juga dinilai menunjukkan daya beli masyarakat tetap kuat meski terjadi fluktuasi harga pada sejumlah komoditas. Kondisi itu menjadi perhatian TPID agar pengawasan distribusi terus diperkuat sehingga harga pangan tetap terkendali.

"Kalau sudah stabil, artinya TPID kita jalan. Ini jadi perhatian bersama untuk kita," pungkas Debby Vita Dewi(u1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved