Berita Bangka Selatan
Pemkab Bangka Selatan Perketat Pengawasan Kesehatan Hewan Kurban, Belum Ada Temuan Penyakit
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban melalui pemeriksaan post-mortem usai penyembelihan Iduladha.
TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memperketat pengawasan kesehatan hewan kurban melalui pemeriksaan post-mortem usai penyembelihan Iduladha. Langkah ini dilakukan untuk memastikan daging yang dibagikan kepada masyarakat aman dikonsumsi dan terbebas dari penyakit berbahaya. Pemeriksaan dilakukan langsung terhadap organ dalam dan bagian tubuh hewan oleh tim kesehatan hewan dari Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Bangka Selatan.
Dokter Hewan Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangka Selatan, drh Dian Lesmana, mengatakan pemeriksaan post-mortem difokuskan pada kondisi karkas dan organ dalam hewan yang telah disembelih. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mulai dari jantung, paru-paru, limpa, ginjal hingga bagian tubuh lain yang dicurigai mengalami kelainan.
Pemeriksaan ini menjadi langkah penting untuk memastikan daging kurban layak dikonsumsi masyarakat. "Pemeriksaan post-mortem ini untuk melihat apakah daging yang dikonsumsi masyarakat aman, sehat, dan layak dikonsumsi," ujar Dian Lesmana, Kamis (28/5).
Dian Lesmana menjelaskan, pemeriksaan pasca-pemotongan juga bertujuan mendeteksi kemungkinan adanya penyakit yang tidak terlihat saat hewan masih hidup. Menurutnya, sejumlah penyakit baru dapat diketahui setelah terjadi perubahan pada organ tubuh hewan usai disembelih. Karena itu, tim kesehatan hewan melakukan pengawasan ketat terhadap setiap organ yang diperiksa.
Pengawasan kesehatan hewan kurban juga menjadi bagian dari upaya mencegah penyebaran penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Jika ditemukan indikasi penyakit berbahaya, maka daging maupun jeroan hewan tersebut tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi masyarakat. Ia menegaskan keselamatan pangan menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kurban di Bangka Selatan.
"Kalau kita temukan yang berbahaya, jangan sampai daging atau jeroannya dikonsumsi masyarakat," tegas Dian Lesamana.
Ia mengungkapkan hingga saat ini pihaknya belum menemukan indikasi penyakit zoonosis berbahaya pada hewan kurban di Bangka Selatan. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan karena sejumlah daerah lain di Indonesia pernah menemukan kasus penyakit seperti antraks pada hewan ternak.
Dian Lesmana menyebut salah satu tanda penyakit berbahaya dapat dilihat dari perubahan organ, seperti limpa yang membesar. "Alhamdulillah hasil pemeriksaan di Bangka Selatan tidak ada yang mengarah pada penyakit berbahaya seperti zoonosis," ucapnya.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban tersebut turut mendapat respons positif dari masyarakat dan panitia kurban di sejumlah masjid karena memberikan rasa aman terhadap kualitas daging yang dibagikan. Kehadiran petugas kesehatan hewan di lokasi penyembelihan dinilai membantu panitia memahami tata cara penanganan daging dan jeroan yang sesuai standar kesehatan.
Selain memastikan keamanan pangan, pengawasan ini juga menjadi bentuk edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya konsumsi daging yang higienis dan sehat. "Kami berharap masyarakat semakin sadar pentingnya pemeriksaan kesehatan hewan kurban demi menjaga kesehatan bersama," pungkas Dian Lesmana. (u1)
Terjunkan Puluhan Petugas
DINAS Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bangka Tengah menurunkan puluhan petugas untuk melakukan pengawasan dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah.
Kepala DPKP Kabupaten Bangka Tengah, Dian Akbarini menyebutkan, pengawasan itu dilakukan untuk memastikan daging kurban layak untuk dikonsumsi masyarakat. Menurutnya, dalam pelaksanaannya terdapat 83 personel yang disebar ke sejumlah wilayah untuk melakukan pengawasan tersebut.
"Ada 83 orang yang diturunkan di 6 kecamatan di Bangka Tengah, untuk melakukan pengawasan," ujar Dian Akbarini saat dihubungi Bangkapos.com, Kamis (28/5).
Ia mengakui, fokus utama para petugas di lapangan yaitu meliputi inspeksi menyeluruh terhadap organ dalam hewan kurban, seperti hati, paru-paru, jantung, dan limpa, serta kualitas dagingnya. Menurutnya, langkah itu penting untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit atau cacing hati yang berbahaya jika dikonsumsi manusia. "Pemeriksaan fokus untuk di hari penyembelihan dengan dilakukan pemeriksaan kesehatan post mortem," sebutnya.
Dirinya menegaskan, dari data sementara belum ditemukan adanya temuan-temuan signifikan pada hewan-hewan yang dipotong itu. "Sampai saat ini, secara umum pengawasan menunjukkan hasilnya baik," kata dia.
Ia menyebutkan jika pemantauan akan terus dilanjutkan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah kurban selesai dengan status aman dan sehat. "Personel bertugas dari hari Iduladha kemarin, hingga besok," pungkasnya. (w4)
| Pemkab Bangka Selatan Sesuaikan 4 Struktur OPD |
|
|---|
| Pasokan Masih dari Luar Daerah, Pemkab Bangka Selatan Perketat Pengawasan Distribusi Bahan Pokok |
|
|---|
| Bolesa Sumbang Sapi Simetal untuk Hewan Kurban di Kabupaten Bangka Selatan |
|
|---|
| Harga Sawit di Bangka Selatan Merosot Tajam, Petani Kehilangan Semangat Panen |
|
|---|
| Anak-anak Desa Keposang Diajak ke Perpustakaan Bersama Abu Biru |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Sejumlah-petugas-kesehatan-ketika-melakukan-pemeriksaan-jeroan-sapi-kurban.jpg)