Berita Bangka Selatan
Perkuat Penanganan Stunting di Bangka Selatan, Bupati Minta Data Valid
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus melakukan evaluasi dan penguatan berbagai program strategis guna mempercepat penurunan angka stunting.
TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan terus melakukan evaluasi dan penguatan berbagai program strategis guna mempercepat penurunan angka stunting. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan setiap intervensi yang dijalankan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Fokus utama yang menjadi perhatian adalah pemetaan wilayah prioritas berbasis data yang akurat.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, berujar keberhasilan program percepatan penurunan stunting harus diawali dengan penentuan lokus prioritas yang jelas. Pemetaan wilayah yang tepat akan membantu pemerintah dalam menyusun intervensi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara lebih optimal dalam penanganan stunting. "Paling penting saat ini adalah menentukan terlebih dahulu lokus prioritas penanganan stunting. Dengan data yang akurat dan lokus yang jelas, intervensi yang dilakukan akan lebih terarah, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang nyata bagi masyarakat," kata Riza Herdavid, Rabu (10/6).
Riza Herdavid menegaskan, data yang valid menjadi pondasi utama dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program di lapangan. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan evaluasi terhadap data yang tersedia agar tetap relevan dengan kondisi terkini. Pemutakhiran data dinilai penting untuk memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar menyentuh kelompok sasaran.
Selain memperkuat kualitas data, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menekankan pentingnya sinkronisasi program daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. Keselarasan indikator dan standar program dinilai menjadi faktor penting agar capaian yang diraih dapat terukur secara objektif.
Langkah tersebut juga akan mendukung integrasi program daerah dengan target pembangunan nasional. "Keselarasan data dan program menjadi faktor penting agar seluruh upaya yang dilakukan pemerintah daerah dapat terukur serta terintegrasi dalam capaian pembangunan nasional," ucap Riza Herdavid.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat percepatan penurunan stunting, pemerintah daerah juga akan meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak. Dukungan tersebut akan dioptimalkan melalui peran Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR.
Keterlibatan berbagai pemangku kepentingan diharapkan mampu memperluas jangkauan program dan meningkatkan efektivitas intervensi di masyarakat. "Pemerintah daerah siap bersinergi melalui berbagai sumber daya yang tersedia, termasuk dukungan Baznas dan program CSR," sebutnya.
Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan memastikan berbagai masukan dan rekomendasi yang telah diterima akan segera ditindaklanjuti. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di daerah.
Dengan penguatan data, sinkronisasi program, dan kolaborasi lintas sektor, pemerintah optimistis target penurunan stunting dapat dicapai secara lebih efektif. "Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan akan segera menindaklanjuti berbagai masukan yang telah disampaikan sebagai bagian dari upaya peningkatan efektivitas program di lapangan," pungkas Riza Herdavid. (u1)
Siapkan Program Bakti Bangga Kencana
PEMERINTAH Kabupaten Bangka Selatan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bakti Bangga Kencana di Kecamatan Lepar yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026. Kegiatan ini ditargetkan memperluas akses pelayanan bagi masyarakat kepulauan sekaligus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting.
Bupati Bangka Selatan, Riza Herdavid, mengatakan program bakti Bangga Kencana dijadwalkan berlangsung mulai 18 Juni dan mencapai puncaknya pada 29 Juni 2026. Berbagai layanan akan diberikan secara langsung kepada masyarakat, mulai dari pelayanan keluarga berencana, program pemberdayaan lansia hingga intervensi percepatan penurunan stunting melalui Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).
"Kami berikan apresiasi atas kepercayaan dan perhatian BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang memilih Pulau Lepar sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan," kata Riza Herdavid, Rabu (10/6).
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BKKBN, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan, Bakti Bangga Kencana diharapkan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat. Program tersebut momentum untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan keluarga. Terutama diarahkan untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Bangka Selatan.
"Dengan hadirnya layanan secara langsung di Pulau Lepar, masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan setara dengan wilayah lainnya," ujar Riza Herdavid. (u1)
| Harga TBS Sawit Bertahan di Atas Rp3.000 |
|
|---|
| Pasokan Cabai di Bangka Selatan Mencukupi |
|
|---|
| Uji Kir Gratis di Bangka Selatan Sepi, Dua Tahun Terakhir, Anjlok Lebih dari 50 Persen |
|
|---|
| Bahas Penyelenggaraan Pemerintahan dan Manajemen ASN, Pemkab Basel Koordinasi dengan DPR RI |
|
|---|
| Harga Sawit di Bangka Selatan Tembus Rp3.050 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Bupati-Basel-Riza-Herdavid.jpg)