Berita Belitung Timur
Inovasi di Pemkab Belitung Timur Melonjak 90 Persen, Tiap OPD Wajib Punya Terobosan
Pemerintah Kabupaten Belitung Timur mencatat jumlah inovasi di daerahnya mengalami lonjakan yang tajam dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.
MANGGAR, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Belitung Timur mencatat jumlah inovasi di daerahnya mengalami lonjakan yang tajam dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Hal ini disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Inovasi dan Riset Daerah (Bapperida) Kabupaten Belitung Timur, Ilfan Suryawan dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Daerah tahun 2026.
Ia menjelaskan, pada 2025 jumlah inovasi yang memenuhi standar penilaian Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) hanya sebanyak 35 inovasi. Namun, pada 2026 ini jumlahnya naik menjadi 67 inovasi.
"Peningkatannya sangat luar biasa, hampir mencapai 90 persen. Dari 35 inovasi pada tahun lalu menjadi 67 inovasi tahun ini yang sudah memenuhi draf standar penilaian BSKDN," ujar Ilfan Suryawan, Kamis (11/6).
Ia mengatakan, jumlah inovasi yang berkembang sebenarnya jauh lebih banyak daripada angka yang tertera. Namun, tidak semua dapat masuk ke dalam sistem penilaian Indeks Government Award (IGA).
"Sesungguhnya inovasi yang ada di lapangan itu lebih dari 100. Tetapi yang bisa masuk ke penilaian BSKDN harus memenuhi syarat tertentu dan mendapatkan nilai minimal 100," ucapnya.
Ilfan Suryawan menambahkan, lonjakan tidak lepas dari semakin tumbuhnya kesadaran ASN untuk mencari solusi kreatif. Pola pikir mereka sudah bergeser pada cara bagaimana sebuah pekerjaan bisa diselesaikan lebih cepat, efektif, dan memberikan manfaat yang luas bagi warga.
Oleh karena itu, Pemkab Belitung Timur menerbitkan surat edaran bupati yang mewajibkan dan mendorong setiap perangkat daerah untuk menghadirkan minimal satu inovasi setiap tahunnya. "Kita berharap ke depan seluruh perangkat daerah memiliki inovasi masing-masing," ungkap Ilfan Suryawan.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Hendri turut menyampaikan apresiasinya atas capaian ini. Dirinya juga memaparkan catatan grafik kenaikan indeks dari tahun ke tahun.
Hendri menjelaskan, Nilai Indeks Inovasi Daerah Belitung Timur terus merangkak naik dari 53,69 pada tahun 2023, menjadi 55,38 pada tahun 2024, hingga berhasil menyentuh 58,29 pada 2025.
Kondisi ini sejalan dengan inovasi yang berhasil terdata di aplikasi IGA Kemendagri, yakni dari 18 inovasi di tahun 2023, naik menjadi 26 inovasi pada 2024, hingga 35 inovasi di tahun berikutnya. "Pencapaian ini tentu patut kita syukuri bersama," kata Hendri.
Terakhir, Hendri mengingatkan para inovator bahwa keberhasilan sebuah gagasan baru dilihat dari sejauh mana kemudahan dan manfaat dari program tersebut dapat dirasakan masyarakat di tingkat bawah.
"Melalui inovasi, pekerjaan harus menjadi lebih cepat, mudah, efektif dan memberikan manfaat nyata. Saya berharap seluruh inovator daerah terus menghadirkan terobosan yang relevan, aplikatif, dan berdampak langsung bagi kemajuan Belitung Timur," pungkasnya. (z1)
| 140 Santri Madrasah Diniyah di Belitung Timur Diwisuda |
|
|---|
| Harga Beli TBS di Belitung Timur Merangkak Normal |
|
|---|
| BPS Belitung Timur Siapkan 124 Petugas Sensus Ekonomi 2026, Sasar Bisnis Online Hingga UMKM |
|
|---|
| Kades Mekar Jaya Apresiasi Pemkab Beltim yang Tindak Lanjuti Keresahan Warga Terkait Meja Goyang |
|
|---|
| Tanggapi Petisi 200 Warga, Satpol PP Beltim Minta Meja Goyang Keluar dari Permukiman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/BIMTEK-INOVASI-DAERAH.jpg)