Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Dharma Sutomo Beberkan Fakta PT Timah Bukan Lagi Perusahaan BUMN, Bantah Pernyataan Rustam Effendi

PT Timah Tbk tidak lagi BUMN, sehingga kasus yang dialami oleh kliennya bukanlah kasus Tindak Pidana Korupsi yang merugikan uang negara.

Penulis: Yuranda | Editor: Khamelia
Bangkapos.com/Yuranda
Penasehat Hukum (PH) Ali Syamsuri, Dharma Sutomo, didampingi Tato Trisetya Dharma, Sabtu (29/5/2021) 

BABELNEWS.ID -- Status PT Timah Tbk yang disebut bukan lagi sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menuai kontroversi beberapa kalangan.

Bermula dari pernyataan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Pangkalpinang, Efendi membacakan vonis bebas terhadap Ali Syamsuri, Agustino alias Agat dan Tajuddin alias Ajang.

Mereka terseret dalam kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) 73 ton bijih timah bercampur dengan slag atau terak yang telah merugikan Negara mencapai Rp 48.026.647.500,00.

Majelis hakim memvonis bebas mereka lantaran PT Timah bukan lagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pendapat itu dianggap kurang tepat oleh JPU Kejari Bangka, Benny Harkat.

“Menurut majelis hakim PT Timah bukan BUMN. Jadi, kerugian yang dialami PT Timah bukan kerugian negara. Kalau menurut kami tidak tepat, mungkin majelis hakim mempunyai pertimbangan sendiri,” kata Benny kepada Bangka Pos, baru-baru ini.

Menurut Benny, keputusan hakim yang memvonis bebas Agat dan kawan-kawan merupakan hal yang biasa bagi dirinya.

“Kecewa, tentu pastilah, kalau sedih sih tidak. Mengenai pendapat hakim sudah biasa, bukan kali pertama terkait vonis bebas. Tetapi, tetap koridor upaya hukum akan tetap kami tempuh tidak ada masalah,” sebut Benny.

Kontroversi terkait status PT Timah Tbk tersebut, ditanggapi oleh Komisaris PT Timah Tbk Rustam Effendi. Ia menyebutkan PT Timah Tbk tergabung bersama empat perusahaan tambang BUMN lainnya, statusnya tetap perusahaan milik negara.

Artinya holding yang dilakukan oleh Kementerian BUMN masih menempatkan PT Timah Tbk sebagai perusahaan pelat merah.

"BUMN lah, siapa yang bilang bukan?," ujar Rustam Effendi saat dikonfirmasi bangkapos.com, Jumat (28/5/2021).

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved