Breaking News:

Flu Afrika Mewabah di Sungailiat Bangka, Ribuan Babi Mati Tinggal 670 Indukan, Apakah Akan Menular?

Flu Afrika Mewabah di Sungailiat Bangka, Ribuan Babi Mati Tinggal 670 Indukan, Apakah Akan Menular?

Editor: Teddy Malaka
Tribun Bali/ I Made Ardhiangga
Ilustrasi Babi 

Ribuan Babi Mati

Wabah African Swine Fever (ASF) atau Flu Babi Afrika yang menyerang ribuan ternak babi yang ada di wilayah Kabupaten Bangka hingga mati massal sejak awal Januari 2021 lalu hingga saat ini ternyata masih terus terjadi.

Terdata hingga Maret 2021 sebanyak 6.695 ekor babi mati akibat terserang wabah ASF di Kabupaten Bangka dan saat ini diperkirakan masih tersisa 670 ekor indukan babi saja.

"Wabah ASF yang menyerang ternak babi di Kabupaten Bangka hingga saat ini belum hilang 100 persen. Jadi masih ada terjadi dan saat ini kita masih terus melakukan konservasi terhadap ternak babi yang belum terserang wabah ini, karena ASF ini seperti penyakit flu yang mudah menulari ke hewan ternak babi lainnya yang masih sehat," kata Krisna Ningsih, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka, Elius Gani, Jumat (13/08/2021) di kantornya.

Belum ada vaksin yang dapat mengatasi serangan wabah ASF, jadi saat ini upaya yang dilakukan peternak sama seperti kita mengatasi virus corona.

"Untuk para pembeli ternak sebelum masuk areal kandang juga harus cuci tangan, jaga jarak dan tidak boleh sembarangan orang boleh masuk ke dalam kandang. Sanitasi kandang harus ketat diperhatikan. Antisipasi jangan sampai ada orang lain yang membawa virus ASF ini dari daerah atau kandang yang tertular jangan sampai masuk ke kandang yang belum terserang ASF," jelas Krisna Ningsih.

Diungkapkannya akibat serangan wabah ASF ini menyebabkan jumlah populasi ternak babi di Kabupaten Bangka hampir 90 persen mati.

"Untuk ternak babi di wilayah Kecamatan Sungailiat, seperti Desa Rebo dan sekitarnya habis mati, paling tersisa beberapa ekor indukan saja," imbuh Krisna Ningsih.

Demikian juga untuk wilayah kecamatan Belinyu, Riau Silip, Merawang, Pemali dan lainnya.

Akibat menurunnya jumlah ternak babi saat ini menyebabkan harga daging babi juga naik mencapai Rp200.000 lebih per kilogram.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved