Breaking News:

Flu Afrika Mewabah di Sungailiat Bangka, Ribuan Babi Mati Tinggal 670 Indukan, Apakah Akan Menular?

Flu Afrika Mewabah di Sungailiat Bangka, Ribuan Babi Mati Tinggal 670 Indukan, Apakah Akan Menular?

Editor: Teddy Malaka
Tribun Bali/ I Made Ardhiangga
Ilustrasi Babi 

"Biasanya peternak babi di Kabupaten Bangka ini mengirimkan babi untuk kebutuhan di Kabupaten Belitung, Bangka Tengah dan Bangka Barat. Namun saat ini pengiriman sudah dihentikan akibat serangan wabah ASF ini dan juga memang sudah tidak ada lagi stoknya," ujar Krisna Ningsih.

Diakuinya, untuk mengatasi kelangkaan populasi ternak babi saat ini para peternak hanya mengandalkan sisa indukan babi yang masih ada untuk dikembangkanbiakkan kembali.

"Jenis babi di Kabupaten Bangka ini merupakan jenis babi lokal yang memang sudah ada sejak jaman dulu. Jadi para peternak disini tidak ada yang mendatangkan babi dari luar daerah lain untuk diternakkan disini. Jadi hanya mengandalkan jenis babi lokal asli yang ada disini saja karena memang produk babi lokal ini merupakan yang terbaik," tandas Krisna Ningsih.

Mata Merah

Peternak babi mandiri di wilayah Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengeluh sejak beberapa minggu terakhir sejumlah hewan ternak peliharaannya mati.

Gejala yang terjadi pada babi ini diawali dengan keluhan mata merah dan tidak nafsu makan pada hewan ternak, setelah itu mati.

Keluhan ini ramai disampaikan para peternak melalui media sosial karena sebelumnya belum pernah mengalami kejadian ini.

"Hewan ternak babi peliharaan saya sudah mati 15 ekor dengan gejala awal mata menjadi merah lalu tidak mau makan dan akhirnya mati," kata seorang peternak di Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Jumat (12/03/2021) lalu.

Baca juga: Harga Terbaru Uang Koin Rp1000 Bergambar Kelapa Sawit, Bank Indonesia dan Kolektor Buka Fakta

Baca juga: 6.695 Ekor Babi di Sungailiat Mati Terserang Wabah Flu Afrika, Tersisa 670 Indukan

Menurutnya hewan ternak miliknya yang mati selanjutnya dikuburkan ke dalam tanah, karena penyakit ini kelihatan mudah menular kepada hewan ternak lain yang masih sehat.

Kejadian ini selain dialami peternak Babi di Kecamatan Sungailiat, juga terjadi di Kecamatan Merawang, Belinyu dan Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka.

Halaman
1234
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved