Korban Tabrakan Kapal Nelayan dengan Tugboat Ditemukan, Tiga Hari Menghilang Jasadnya Mengapung

Kapal nelayan dengan tiga orang penumpang mengalami insiden usai bertabrakan dengan kapal Tugboat Lintas Gemilang di sekitar perairan Karang Ular.

Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Tim gabungan melakukan evakuasi terhadap Ronald yang meninggal dunia usai sempat dinyatakan hilang, Senin (04/10/2021). 

Lebih lanjut terkait kronologi yang menyebabkan Ronald hilang,  Candra mengatakan pihaknya bersama Basarnas Palembang akan berkoordinasi untuk melakukan investigasi.

"Perahu nelayan tertabrak, tugh boat tongkang bermuatan kosong. Nelayan awalnya berjalan searah, entah bagaimana bisa tertabrak. Saat ini kami sudah melakukan investigasi dan sudah koordinasi dengan Basarnas Sumsel, ini tugboat tiba-tiba melintang masuk ke dalam tongkang yang ditarik tagboat," ungkapnya.

Tim gabungan melakukan evakuasi terhadap Ronald yang meninggal dunia usai sempat dinyatakan hilang, Senin (04/10/2021). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy).
Tim gabungan melakukan evakuasi terhadap Ronald yang meninggal dunia usai sempat dinyatakan hilang, Senin (04/10/2021). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy). (Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Jasad Ronald berhasil Ditemukan 

Tim Gabungan Sat Polair Polres Bangka Barat dan Basarnas, berhasil menemukan Ronald (18), nelayan yang hilang dengan kondisi meninggal dunia, Senin (4/10/2021).

Warga Sungsang, Banyuasin, Sumatera Selatan itu hilang di Perairan Karang Ular perbatasan antara Bangka Barat dan Sumatera Selatan setelah perahu mereka ditabrak kapal tongkang.

Jasad Ronald ditemukan nelayan sekitar pukul 09.00 WIB. Saat ini Sat Polair Polres Bangka Barat, tengah menuju lokasi ditemukannya korban yang berada di tengah laut.

"Iya tadi info dari nelayan, jadi sekarang akan ke sana jemput," ujar Kasat Polair Polres Bangka Barat, AKP Candra Wijaya saat dikonfirmasi Bangkapos.com.

Tiga Hari Menghilang, Jasad Ronald Mengapung

Tiga hari dinyatakan menghilang, Ronald kini telah berhasil ditemukan tim gabungan namun dalam kondisi meninggal dunia dan saat ini telah dibawa ke RSUD Sejiran Setason.

Berada di dalam kantong jenazah, Ronald dievakuasi tim gabungan yang terdiri dari Sat Polair Polres Bangka Barat, Basarnas dan TNI AL.

Jenazah sampai ke Pelabuhan Tanjung Kalian sekitar pukul 11.40, setelah nelayan menemukan korban sekitar pukul 09.00.

Ditemukan mengambang di laut, Kasat Polair Polres Bangka Barat AKP Candra Wijaya mengungkapkan, informasi penemuan korban berawal dari nelayan.

"Ada nelayan yang menemukan, ada satu jenazah yang sedang mengapung. Lalu kita koordinasi dengan Basarnas dan TNI AL, lalu melakukan evakuasi," AKP Candra Wijaya, Senin (04/10/2021).

AKP Candra Wijaya juga memastikan jenazah yang ditemukan, merupakan Ronald (18) korban yang sempat hilang pasca terjadinya laka laut antara tongkang dengan perahu nelayan pada Jum'at (01/10/2021) lalu. 

Halaman
123
Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved