Rabu, 3 Juni 2026

Tragis! Penambang Timah di Bangka Belitung Meninggal Karena Disambar Petir

Tragis! Penambang Timah di Bangka Belitung Meninggal Karena Disambar Petir

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
Istimewa
Kondisi korban sudah meninggal dunia saat dibawa ke Puskesmas Kelapa Kampit, Senin (4/10/2021). Posbelitung.co/istimewa 

BANGKAPOS.COM -- Seorang laki-laki bernama S berusia 49 tahun disambar petir di Kelapa Kampit, Belitung Timur, Senin (4/10/2021) siang. Diketahui dia adalah penambang yang sedang bekerja di lokasi tambang di Desa Senyubuk.

Koordinator Tagana Belitung Timur Mahroni Hidayat korban beralamat di Dusun Balai Selatan, Desa Mayang. Dia mengatakan saat ini korban sudah dibawa ke Puskesmas Kelapa Kampit.

"Keadaan cuaca di Kelapa Kampit saat ini sedang hujan lebat. Terkait kronologi kejadian akan kami infokan setelah informasi lengkap. Tapi keadaan korban saat ini sudah meninggal dunia," kata Hidayat kepada posbelitung.co.

Seperti diketahui cuaca di Belitung Timur hari ini sebagian besar hujan dengan intensitas sedang sampai berat disertai dengan petir.

Hidayat mengimbau kepada masyarakat agar waspada dalam cuaca hujan dan usahakan tetap berada di dalam rumah.

"Kami imbau agar masyarakat tetap berada di rumah dalam kondisi hujan apalagi disertai dengan petir. Walaupun bertujuan bekerja, tetap utamakan keselamatan," imbau Hidayat.

Baca juga: 15 Provinsi Gelar Pemutihan Pajak dan Bea Balik Nama, Provinsi Bangka Belitung Mulai 1 Oktober 2021

Baca juga: Ditinggal Temannya di Pantai Tapak Antu, Siswi SMP Dicabuli Jumar yang 5 Bulan Pisah Ranjang

Ketika musim hujan tiba, salah satu bahaya yang patut diwaspadai adalah sambaran petir. Kasus manusia tersambar petir tidak hanya sekali atau dua kali terjadi.

Belum lama ini, diberitakan Kompas.com pada 1 Desember 2020, tujuh orang warga Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan tersambar petir

Peristiwa itu bermula saat ketujuh orang tersebut tengah membuat saluran air, dan berteduh di bawah sebuah gubug. Saat itu, petir menyambar ketujuh orang tersebut.

Kapolsek Kupang Tengah, Ipda Elpidus Kono Feka, mengatakan dalam peristiwa tersebut tiga orang tewas di tempat, sedangkan empat yang lain dilarikan ke RSUD Kupang.

Guna menghindari kasus serupa, adakah cara menghindari atau mencegah sambaran petir?

Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Miming Saepudin, menjelaskan fenomena petir di Indonesia terbentuk dari awan cumulonimbus (Cb).

“Tipe awan Cb merupakan tipe awan hujan yang secara visual memiliki struktur yang menjulang tinggi di mana pada fase awal pertumbuhan berwarna putih dan pada fase matang akan berwarna abu kehitaman,” ujar Miming saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/12/2020).

Tidak hanya petir, menurutnya awan comulonimbus juga dapat menimbulkan fenomena cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan puting beliung.

Awan comulonimbus terbentuk apabila kondisi atmosfer, tidak stabil dengan kondisi lingkungan udara yang lembab atau basah yang ditunjukkan dengan tingkat kelembapan udara yang tinggi.

Sumber: Pos Belitung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved