Sabtu, 6 Juni 2026

Info Terbaru Tentang Covid-19 varian Omricon memiliki nama B.1.1.529

Covid-19 varian Omricon memiliki nama B.1.1.529 pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan.

Tayang:
Editor: Teddy Malaka
Istimewa
Ilustrasi 

Seorang ahli dari Afrika Selatan mengungkapkan beberapa mutasi terkait resistensi terhadap antibodi penetralisir dan peningkatan penularan, namun yang lain belum dipahami dengan baik, mengakibatkan signifikansi penuhnya belum jelas.

Lantaran itulah, sejauh ini Omicron menjadi varian yang paling kompleks.

Variant of Concern WHO

Omicron terdeteksi di Afrika Selatan lewat genomic sequencing pada 14 hingga 16 November 2021.

Lalu dilaporkan kepada WHO pada 24 November 2021.

WHO memasukkan Omicron ke dalam Variant of Concern (VoC).

Nama varian tersebut diambil dari alpabet Yunani untuk melabeli jenis-jenis varian corona.

Omicron tergolong ke dalam VoC lantaran kemampuan mutasi yang jauh lebih mengkhawatirkan.

Selain itu, ada kemungkinan bagi penderita yang pernah terpapar memiliki risiko terpapar kembali dengan varian jenis tersebut.

Kasus

Pada 16 November 2021 kasus infeksi Covid-19 di Afrika Selatan sebayak 273, namun pada minggu berikutnya melonjak menjadi 1.200 kasus.

Berdasarkan data yang ada, lebih dari 80 persen berasal dari Provinsi Gauteng.

Sehingga dari analisis yang ada, varian Omicron menjadi strain yang mendominasi kasus Covid-19 di Afrika Selatan.

Efektivitas Vaksin

Penelitian masih terus dilakukan guna mengetahui seberapa jauh efektivitas vaksin yang sudah ada dalam melawan varian Omicron.

Para ahli berharap antibodi yang dihasilkan dari vaksin serta dari infeksi sebelumnya masih tetap dapat mengenali varian Omicron.

Namun, para ahli juga tidak menutup kemungkinan bahwa efektivitas vaksin akan mengalami penurunan terhadap Covid-19 varian Omicron. (1)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/PUAN)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved