Berita Bangka Tengah
Bupati Bateng Sidak ke Pasar Modern Koba, Daging Ayam Capai Rp80 Ribu
Bupati Bateng, Algafry Rahman dan Forkopimda Bateng melakukan pemantauan harga bahan pokok menjelang lebaran di Pasar Modern Koba, Selasa pagi.
KOBA, BABEL NEWS - Siska, warga Koba, Bangka Tengah, terlihat kesal usai keluar dari Pasar Modern Koba, Selasa (26/4) pagi. Dirinya bahkan sempat menghampiri rombongan wartawan usai meliput kegiatan Bupati Bateng, Algafry Rahman untuk memantau harga sejumlah bahan pokok menjelang Idulfitri 1443 H.
Wanita yang berprofesi sebagai pedagang bakso bakar ini mengeluhkan harga daging ayam naik secara tidak wajar. Ia kesal usai mengetahui harga daging ayam bersih mencapai Rp80 ribu per kilogram.
Padahal diakuinya, beberapa hari sebelumnya, harga daging ayam masih berkisaran di angka Rp60 ribu-Rp65 ribu per kilogram. "Tadi saja saat ada bupati harganya murah, giliran bupati dan rombongannya sudah pergi, tiba-tiba harganya naik lagi," kata Siska, menyampaikan keluhannya kepada wartawan.
Untuk harga daging ayam Rp65 ribu per kg saja, sudah membuat dirinya sangat keberatan. Pasalnya, dia yang merupakan penjual bakso bakar memerlukan daging ayam sebagai bahan utama. "Kalau sudah gini ya terpaksa enggak beli dan enggak bisa jualan juga. Masa harga daging ayam potong sudah melebihi ayam kampung," ucapnya.
Ia lalu memilih tidak membeli apapun dari pasar tersebut. "Lain kali, kalau rombongan pejabat mau sidak, coba jangan pakai baju dinas dan membaur jadi masyarakat biasa supaya tahu kondisi sebenarnya," jelas Siska.
Sidak
Bupati Bateng, Algafry Rahman dan Forkopimda Bateng melakukan pemantauan harga bahan pokok menjelang lebaran di Pasar Modern Koba, Selasa pagi. Berdasarkan hasil pantauan tersebut, diketahui beberapa bahan pokok memang mengalami kenaikan, termasuk daging ayam.
Diketahui, harga daging ayam sebelum bulan Ramadan hanya berkisar antara harga Rp40 ribu sampai Rp45 ribu kilogram. "Tadi saat kami lakukan sidak, memang beberapa komoditi mengalami kenaikan, seperti daging ayam, daging sapi dan ikan tenggiri," kata Algafry.
Ia menjelaskan, kenaikan harga daging ayam, terjadi lantaran stok atau ketersediaan dari distributor yang berkurang. "Nanti akan kita tindaklanjuti bersama dengan tim Satgas Pangan dari Polres Bateng, supaya secepatnya stok daging ayam di Bangka Tengah ini mendapat suplai yang cukup dari para distributor," ujarnya.
Untuk harga daging sapi segar, juga mengalami kenaikan dari yang biasanya Rp140 ribu menjadi Rp150 ribu per kilogram. Kemudian, kenaikan juga terjadi pada ikan tenggiri, dari yang sebelumnya hanya Rp90 ribu per kilogram, kini menjadi Rp120 ribu per kilogram. "Untuk bahan pokok lainnya, seperti cabai, bawang dan lain-lain, Alhamdulillah masih terbilang cukup normal," tuturnya.
Algafry memprediksi harga sejumlah bahan pokok akan terus naik menjelang Idulfitri 1443 H. "Nanti akan terus kami lakukan pengawasan dan antisipasi supaya jangan sampai harga-harga bahan pokok ini, terkhususnya daging ayam menjadi terlalu tinggi. Kami juga akan laporkan apakah ini ada unsur kesengajaan atau tidak," tegasnya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Bateng, Ali Imron menambahkan, selama ini daging ayam di wilayahnya, didapatkan dari distributor yang ada di Kota Pangkalpinang. "Jadi suplai dari para peternak ayam dari luar Bangka seperti di Palembang, Lampung dan lain-lainya untuk ke Pulau Bangka ini memang terbatas suplainya," ungkap Ali.
Sementara, Kabupaten Bangka Tengah hanya memiliki satu peternakan ayam yang berada di Desa Sungkap, Kecamatan Simpangkatis. "Kalau turun (harga daging sapi-red) kayaknya tidak, tapi kita harapkan semakin dekat lebaran nantinya harganya enggak naik lagi. Kita harapkan semoga saja harganya jangan sampai di atas Rp170 ribu per kilogram," pungkasnya. (u2)
Fungsi Pengawasan
ANGGOTA Komisi I DPRD Bateng, Maryam menyoroti perihal naiknya harga daging ayam di sejumlah pasar yang ada di Kabupaten Bangka Tengah, terkhusus di Pasar Modern Koba. Politikus Partai Demokrat ini beranggapan, tingginya harga daging ayam dan bahan pokok lainnya menjelang lebaran ini adalah prinsip dasar ekonomi.
Banyaknya permintaan daging ayam, otomatis membuat harganya melonjak naik. "Pemkab Bateng, lewat Disperindagkop harus menggelar operasi pasar dan mengawasi serta memantau supaya tidak terjadi kenaikan harga yang tidak wajar," tegas Maryam, Selasa (26/4).
Menurutnya, pemerintah harus turun tangan mengatasi hal ini, apalagi sudah jelas-jelas ditemukan ada kenaikan harga daging ayam yang sangat signifikan dan sudah tidak relevan lagi. Kata dia, hal semacam ini harus segera dicarikan solusinya mengingat kian hari menjelang lebaran harga sejumlah bahan pokok kian naik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/PEMANTAUAN-STOK-PANGAN.jpg)