Berita Bangka Selatan

Tanggulangi Banjir di Rawa Bangun Toboali, 2023, Bangka Selatan Buat Kolam Retensi

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan akan melakukan review design atau peninjauan model kolam retensi penanggulangan banjir di Rawa Bangun.

Bangka Pos/Adi Saputra
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Bangka Selatan Achmad Ansyori. 

TOBOALI, BABEL NEWS - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan akan melakukan review design atau peninjauan model kolam retensi penanggulangan banjir di Rawa Bangun, Toboali pada tahun 2023. Hal ini mengantisipasi terjadi kembali banjir di daerah tersebut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Basel, Herman mengatakan, pemerintah berupaya untuk menanggulangi banjir dengan membuat kolam retensi. "Dalam konteks perencanaan, banjir di Rawa Bangun harus dilakukan secara komprehensif dan utuh. Mulai dari konsensus perencanaan, sosialisasi serta design kontruksinya harus matang," kata Herman, Rabu (14/9).

Ia menjelaskan, secara konteks teknis, penanganan tetap dari hulu, dengan pembangunan folder atau kolam retensi untuk menahan air. "Jadi dengan adanya pintu pengatur nanti supaya tidak langsung ke saluran, saat ini kita baru ada dua unit dam. Satu dam yang mestinya sangat urgen untuk penanganan banjir belum terbangun, mengingat masih ada kendala lahan," ujarnya.

Sedangkan pada hilir, ada pembangunan pintu klep untuk pasang surut dengan menambah kolam retensi. "Karena tiga kolam didesign sudah lama. Kalau tidak salah design kontruksi sejak tahun 2009, jadi sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini," jelasnya.

Diakui Herman, ada dua faktor lain yang mempengaruhi banjir di kawasan tersebut. Yaitu faktor hidrologi dan faktor pemukiman. "Kendala alam yang menyebabkan banjir di Rawa Bangun, karena ketika curah hujan tinggi dan bertepatan dengan pasang air laut," katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Basel, Achmad Ansyori mengaku, sudah berkoordinasi dengan pihak balai terkait hal ini. "Kemarin sudah kita koordinasi dan melakukan pengkajian untuk permasalahan banjir ini, dengan harapan nanti ada solusinya. Namun saat ini masih tahap penjajakan atau masih tahap feasibility study (FS), khususnya untuk pengendalian banjir di Rawa Bangun," kata Ansyori.

Sebelumnya, puluhan rumah warga Rawa Bangun, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan, terendam banjir usai dilanda hujan pada Selasa (13/9) subuh. Kondisi ini dikeluhkan warga karena terjadi setiap hujan deras melanda kawasan tersebut.

Beny, warga Rawa Bangun I, mengakui, genangan air tidak merendam perabotan rumahnya, karena tidak terlalu tinggi. "Kalau tidak salah sekitar subuh hujan deras melanda, lalu pukul 06.00 WIB tiba-tiba air mulai datang dan menggenangi beberapa rumah warga sekitar," kata Beny.

Diakuinya, genangan air di Rawa Bangun II lebih tinggi dari pada di wilayahnya, mengingat daerah tersebut berada di bagian hulu dan kondisinya lebih rendah. "Untuk Rawa Bangun II memang sudah meluap karena airnya baru mengalir ke daerah kami, apalagi daerah Rawa Bangun II lebih dekat dengan sungai dan daerahnya lebih rendah," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Angga, warga di kawasan yang sama. "Sudah sering memang terjadi banjir di daerah ini, jadi warga sini sudah tidak heran lagi kalau datang hujan deras pasti banjir dan menggenangi rumah warga," ujar Angga.

Ia berharap adanya kepedulian pemerintah daerah atas kondisi ini. "Kami sangat berharap adanya tindakan lebih lanjut dari pemerintah, mengingat daerah ini sering terjadi banjir," harapnya. (v1)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved