47 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Terjadi dalam 8 Bulan

Molen menyebut peran anak sangat penting sehingga sudah seharusnya mereka dijauhkan dari kekerasan dalam bentuk apa pun

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
Plt Kepala DP3AKB Kota Pangkalpinang, Masagus M Hakim. 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Berbagai kekerasan masih mengancam perempuan dan anak di Pangkalpinang.

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pangkalpinang mencatat, ada 47 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak pada periode Januari-Agustus 2022.

"Januari-Agustus 2022 sudah 47 kasus kekerasan baik kepada anak maupun perempuan di Pangkalpinang. Jumlah ini meningkat tujuh kasus selama dua bulan jika dibandingkan dengan periode Januari-Juni 2022 (40 kasus)," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala DP3AKB Kota Pangkalpinang, Masagus M Hakim, Senin (26/9/2022).

Hakim menyebutkan kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tersebut terdiri atas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penganiayaan, pelecehan, dan pencabulan.

Menurutnya, masyarakat makin sadar pentingnya melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ke dinas terkait.

Kesadaran itu didorong oleh banyaknya pemberitaan di media massa dan sosialisasi mengenai kekerasan pada perempuan dan anak.

"Dari sosialisasi tadi kita memberikan pemahaman, terutama kepada anak untuk berani melaporkan kasus kekerasan yang dialami," ujar Hakim.

"Kita tetap memberikan pendampingan trauma healing dengan psikolog maupun psikiater. Ini agar psikis korban kembali lagi," ujarnya.

Bersinergi

Wali Kota Pangkalpinang Maulan Aklil mengatakan dirinya tengah berupaya semaksimal mungkin meminimalkan bahkan membuat Pangkalpinang nihil kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Sejumlah upaya tersebut, antara lain, melakukan sosialisasi, membentuk Satuan Tugas (Satgas) Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), menggandeng RT/RW, lurah, dan camat, serta mengajak para pemangku kepentingan untuk bersinergi mencegah kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Hal ini agar penangan kasus kekerasan dapat dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan berbagai hal yang menjadi akar permasalahannya," kata Molen, sapaan akrab Maulan Aklil, Senin (26/9/2022).

Pemerintah pusat juga turut mendukung dengan mengucurkan dana alokasi khusus (DAK) nonfisik kepada Pemerintah Kota Pangkalpinang dari tahun 2021-2022 sebesar Rp600 juta.

Dana itu untuk upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Molen menyebut peran anak sangat penting sehingga sudah seharusnya mereka dijauhkan dari kekerasan dalam bentuk apa pun. (u1)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved