Berita Pangkalpinang

Dua Pekan, Operasi Zebra Menumbing 2022 di Babel, Kapolda Pesan Hindari Pungli

Kapolda Babel, Irjen Pol Yan Sultra memimpin apel pasukan Operasi Zebra Menumbing 2022 di Polda Babel, Senin (3/10).

ist
PENGECEKAN PASUKAN - Kapolda Babel, Irjen Pol Yan Sultra saat melakukan pengecekan pasukan Operasi Zebra Menumbing 2022 di Polda Babel, Senin (3/10). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Kapolda Babel, Irjen Pol Yan Sultra memimpin apel pasukan Operasi Zebra Menumbing 2022 di Polda Babel, Senin (3/10). Kegiatan yang dilaksanakan hingga Minggu (16/10) ini, sebagai bentuk cipta kondisi kamseltibcar lantas menjelang perayaan hari raya Natal 2022 dan pergantian tahun baru 2023.

Dirinya meminta kepada personel lalu lintas untuk menghindari tindakan pungli, dalam upaya mewujudkan pelayanan polantas yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. "Tingkatkan disiplin personel, hindari tindakan pungli, untuk mewujudkan pelayanan polantas yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Lakukan tugas operasi zebra dengan baik, secara tegas dan humanis tanpa menimbulkan komplain dari masyarakat," ujar Yan Sultra.

Ia menjelaskan, saat ini keselamatan dalam berlalu lintas memang sering diabaikan bahkan tidak dianggap penting. "Di mana kesadaran pengguna lalu lintas baik pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor, maupun pengguna jalan lainnya masih rendah," jelasnya.

Menurutnya, dari data Ditlantas Polda Babel, jumlah kecelakaan lalu lintas tahun 2020 sebanyak 292 kejadian, sedangkan pada tahun 2021 sebanyak 297 kejadian, terjadi kenaikan 5 kejadian atau naik 1,7 persen. Selanjutnya, jumlah korban meninggal dunia tahun 2020 sebanyak 133 orang, sedangkan pada tahun 2021 sebanyak 161 orang, terjadi kenaikan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 48 orang, atau naik 21,1 persen.

"Secara umum dari hasil evaluasi di atas, pelanggaran didominasi dari pelanggaran kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan safety belt, penggunaan handphone dan pelanggaran terhadap rambu/marka jalan. Untuk itu, sasaran pada operasi Zebra Menumbing tahun ini dapat disesuaikan dengan pelanggaran dari trend dan karakteristik di kewilayahan," katanya.

Direktur Lalu Lintas Polda Babel, Kombes Pol Juang Andi Priyanto mengatakan, jajarannya bakal melakukan penindakan atau razia secara langsung terhadap pengendara yang melanggar aturan berlalu lintas. "Kita bakal melakukan sasaran yang banyak dengan razia di jalan. Personel menertibkan masyarakat yang melanggar aturan berlalu lintas, misalnya main belok sembarangan, parkir sembarangan menggangu dan pelanggaran lalu lintas lainnya," kata Juang.

Ia menekankan jajarannya bakal banyak melakukan penegakan hukum melalui razia terhadap pengendara yang melanggar aturan berlalu lintas. "Banyak razia dilakukan di jalanan, kita banyak operasi penegakan hukum baik melawan arus, melanggar lampu merah, tidak pakai sabuk pengaman, tidak pakai helm, usia dini memakai motor di jalan akan kita berikan tindakan," jelasnya.

Menurutnya, terdapat delapan sasaran yang menjadi target dalam Operasi Zebra Menumbing tahun ini dari melawan arus hingga kelengkapan surat menyurat kendaraan. "Sekitar delapan sasaran, melawan arus, usia dini bonceng tiga, tidak pakai helm, sabuk pengaman, kelengkapan surat-surat STNK atau SIM, pelanggar lampu merah, main potong jalan, belok tidak pakai rambu-rambu, main handphone di jalan. Itu akan kita tindak," tegasnya.

Ia juga meminta, kepada personel yang bertugas untuk dapat menjalankan tugas dengan sebaik mungkin, dan tidak mencari-cari kesalahan pengendara di jalan. "Kita laksanakan dengan baik sesuai prosedur yang disampaikan pimpinan, harus menindak dengan aturan tidak mencari kesalahan orang, apabila benar melanggar lalu lintas sudah itu saja," katanya. (riu)

NEWS ANALYSIS
Putra Pratama Saputra, Dosen Sosiologi UBB

Humanis dan Profesional
SAAT sedang bertugas, Polantas lebih baik mengedepankan cara yang humanis dan profesional dalam menegakkan disiplin pengendara. Pengendara yang melanggar dapat diberikan pemahaman tentang tata tertib dalam berlalu lintas, serta menerapkan safety riding.

Bukan hanya soal denda yang harus dibayarkan oleh para pelanggar, namun lebih bertujuan agar masyarakat tidak melakukan kesalahan yang sama secara berulang-ulang. Khawatirnya akan menyebabkan kerugian bersama. Seperti bertambahnya pelanggaran lalu lintas serta mengarah kepada meningkatnya kejadian kecelakaan berlalu lintas.

Di satu sisi, pelaksana operasi zebra diharapkan dapat menghindari tindakan pungli dalam upaya mewujudkan pelayanan Polantas yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme, seperti yang diarahkan Kapolda Babel.

Perilaku masyarakat dalam berkendara saat ini ditandai dengan meningkatnya aktivitas pengendara dari berbagai usia. Semakin tinggi mobilitas menuntut masyarakat berkendara lebih rutin untuk dilakukan.

Dikarenakan berkendara merupakan alternatif untuk mempermudah rutinitas masyarakat. Agar pemanfaatan waktu lebih efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.

Tanpa disadari hal semacam ini yang malah mengakibatkan banyaknya perilaku pelanggaran berlalu lintas. Seperti bermain handphone sambil berkendara, menerobos lampu merah, tidak menggunakan helm, tidak memiliki SIM ataupun STNK, dan lain sebagainya. (riu)

Sumber: Bangka Pos
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved