Pemkot Pangkalpinang Klaim Target Penyelenggaraan Pasar Murah Sudah Tercapai

Target yang dimaksud, yakni menjaga laju inflasi hingga menstabilkan harga bahan pokok di pasaran.

Editor: suhendri
Bangka Pos/Cepi Marlianto
TINJAU PASAR MURAH - Sekda Kota Pangkalpinang Radmida Dawam meninjau pasar murah di bengkel PALAD Kelurahan Rejosari Pangkalpinang, Jumat (14/10/2022). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Kota Pangkalpinang masih melanjutkan pelaksanaan pasar murah bahan pokok hingga besok, Rabu (2/11/2022).

Kendati demikian, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Disperindagkop dan UMKM) Kota Pangkalpinang, Andika Saputra, mengeklaim, hingga kemarin target penyelenggaraan pasar murah tersebut sudah tercapai.

Target yang dimaksud, yakni menjaga laju inflasi hingga menstabilkan harga bahan pokok di pasaran.

"Kita menjual (bahan pokok di pasar murah--red) batas maksimal harga distributor. Artinya, kita mampu menekan kenaikan harga tak lebih dari 10-15 persen saja dari harga yang sudah dikeluarkan distributor," kata Andika, Senin (31/10/2022).

Ia pun mengimbau agar masyarakat berbelanja sewajarnya, tidak harus memborong. Dengan demikian, harga bisa stabil.

Sekadar diketahui, Pemerintah Kota Pangkalpinang dijadwalkan menyelenggarakan pasar murah di 20 titik mulai Kamis (6/10/2022) hingga Rabu (2/11/2022).

Kegiatan tersebut merupakan upaya jangka pendek untuk mengendalikan inflasi akibat kenaikan harga pangan dan menjaga kestabilan harga bahan pokok pasca-kenaikan harga BBM bersubsidi.

Kemarin, pasar murah berlangsung di halaman Gedung Tudung Saji, kantor Wali Kota Pangkalpinang.

"Terbukti dari operasi pasar murah ini laporan dari pihak Bank Indonesia (BI) mampu menurunkan inflasi kita (Pangkalpinang) sampai 10 persen (dibandingkan inflasi Pangkalpinang pada September 2022 sebesar 1,04 persen--red)," kata Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil, Senin (31/10/2022).

Pria yang akrab disapa Molen itu menuturkan, penyelenggaraan pasar murah memang lebih menekankan supaya harga kebutuhan pokok penting (bapokting) berupa cabai, bawang, telur, dan daging bisa turun.

Selain itu untuk untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng.

"Alhamdulillah, operasi pasar berhasil sesuai dengan yang kita inginkan dan membantu juga masyarakat-masyarakat kita dalam membantu kebutuhan pokoknya," ujar Molen. (u1)

Sumber: Bangka Pos
  • Berita Populer

    Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved