Kabar Pangkalpinang

Beras Baru Terjual 200 Kg per Hari

Permintaan beras baru yang merupakan hasil panen petani lokal menjadi pilihan kalangan masyarakat saat ini.

Editor: Rusaidah
Bangka Pos/Sela Agustika
Penjual beras baru Rahmat Hidayat saat mengisi beras baru hasil panen petani Desa Rias, Toboali, Bangka Selatan ke kantong plastik di Pasar Pagi Pangkalpinang, Rabu (21/8). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Permintaan beras baru yang merupakan hasil panen petani lokal menjadi pilihan kalangan masyarakat saat ini. Meski Meski harga jual beras baru atau beras hasil petani lokal saat ini lebih tinggi dibandingkan beras impor namun permintaannya lumayan tinggi.

Penjual beras di Pasar Pagi Pangkalpinang Rahmat Hidayat menyebut, dalam satu hari ia bisa menjual hingga 200 kilogram beras baru.

"Permintaan beras baru (beras petani lokal) selagi ada barang laku dan masih tinggi. Khususnya beras baru putih. Sedangkan permintaan beras merah ini biasanya kalangan tertentu," ucap Rahmat kepada Bangka Pos Group, Rabu (21/8).

Diakui Rahmat, sejak adanya kenaikan harga beras, daya beli masyarakat menurun. Namun ia memastikan harga jual beras saat ini normal atau bertahan di kisaran Rp14 ribu untuk beras putih setengah pulen, Rp15 ribu beras putih pulen dan Rp16 ribu beras merah.

"Sekarang harga beras baru normal. Tapi semenjak harga beras mahal orang beli terbatas, biasanya beli 5 kilogram namun sekarang hanya 2 kilogram atau 3 kilogram," ujarnya.

Rahmat menyebut, beras lokal yang dijualnya diambil langsung dari petani di Desa Rias, Toboali, Bangka Selatan sehingga ia menjamin kualitas beras aman dan tanpa bahan pengawet. 

Dia mengungkap, setiap satu minggu sekali rutin mendatangkan stok beras dalam jumlah kurang lebih sebanyak satu ton hingga dua ton untuk dijual. Beras tersebut juga dijajalkan atau dipamerkan sehingga konsumen bisa melihat dan memilih beras secara langsung sesuai keinginan.

"Untuk beras ini kita ambil langsung ke petani. Jadi dipastikan aman, tanpa pengawet dan sehat. Terus kita jual beras ini di berbagai daerah ada di Bangka Tengah dan Kota Pangkalpinang. Khusus yang beras merah peminatnya bukan di daerah tapi juga di luar daerah yang memang kita punya merek tersendiri, untuk pengiriman ke Palembang dan Jakarta," ucapnya.

Nati, satu di antara masyarakat yang memilih membeli beras petani lokal mengaku jika beras lokal memiliki harum dan tingkat kepulenan yang berbeda dari beras-beras yang beredar di toko. Bahkan sejak beberapa tahun terakhir, ia rutin membeli beras lokal.

"Semenjak ada isu-isu beras plastik, awalnya saya sering juga beli beras di toko, jadi sekarang ini sudah jarang, lebih pilih beras baru karena pulennya beda, harga juga tidak beda jauh," ucapnya.

Sementara harga jual beras luar atau beras impor di pasaran atau ritel terpantau stabil, meski terdapat kenaikan harga pada beberapa merek tertentu.

Pantauan harian ini, Rabu (21/8), harga jual beras ini bervariasi tergantung dengan merek yang ditawarkan, dimana harga beras ini berkisar mulai dari Rp62 ribu per kilogram untuk jenis beras SPHP kemasan 5 kilogram, sedangkan beras premium merek Sendok di kisaran Rp67 ribu per kilogram kemasan 5 kilogram dan beras Rp72 ribu kemasan 5 kilogram.

Kenaikan harga ini terjadi pada beras premium merek tertentu yang disebabkan oleh faktor kualitas dan segmentasi pasar.

"Harga beras saat ini stabil, paling ada kenaikan hanya untuk jenis tertentu seperti beras RM dan beras Sawa Jingga. Itupun kenaikannya tidak tinggi," ujar Pegawai AJ Mart Pangkalpinang Irna.

Diakuinya, stabilnya harga ini sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir, tanpa adanya lonjakan harga yang signifikan. 

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved