Kabar Pangkalpinang
Beras Baru Terjual 200 Kg per Hari
Permintaan beras baru yang merupakan hasil panen petani lokal menjadi pilihan kalangan masyarakat saat ini.
Hal senada diakui penjual beras di toko kelontong, Adi yang juga menyebut jika harga jual beras saat ini stabil.
Di sisi lain, kata dia beras masih menjadi komoditi kebutuhan unggulan yang dikonsumsi oleh masyarakat sehingga ketika ada kenaikan, beras masih dibeli.
"Beras premium memang memiliki segmen pasar tersendiri, jadi jika ada kenaikan harga biasanya tidak terlalu berdampak. Namun kalau naiknya sudah banyak, apalagi ekonomi sulit, ini yang akan berdampak," ucapnya.
Beras SPHP Penuhi Pangan Masyarakat
Perum Bulog Cabang Bangka mencatat penjualan beras dari Program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) mencapai angka hingga 200 ton per bulan. Pencapaian ini menunjukkan komitmen Bulog dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta stabilitas harga beras di pasar.
Bulog telah melakukan berbagai strategi pemasaran dan distribusi yang efektif untuk menjangkau konsumen di berbagai daerah mulai dari melakukan pemasaran di pasar-pasar tradisional, ritel lokal maupun ritel modern.
"Untuk permintaan beras Bulog atau beras SPHP masih relatif stabil, baik dari ritel modern, operasi pasar ataupun via outlet pedagang di pasar. Dari semua mitra ini sebulan sekitar 200 ton kami menjual beras SPHP, itu di luar beras bantuan pangan yang sifatnya gratis," ungkap Pimpinan Cabang Perum Bulog Cabang Bangka Akhmad Fahmi Yasin.
Fahmi memastikan ketersediaan beras untuk wilayah Pulau Bangka aman hingga tiga bulan ke depan.
Dia menyebut, saat ini stok beras yang berada di Gudang Selindung sebanyak 1.100 ton.
"Untuk stok beras saat ini aman hingga tiga bulan kedepan," ucapnya.
Dia menuturkan, pihaknya rutin mendatangkan beras apabila stok sudah menipis agar tetap terjaga untuk dua sampai tiga bulan kedepan.
"Sejauh ini harga beras tidak ada kenaikan dan normal. Masyarakat juga dapat langsung membeli beras Bulog di outlet, pasar tradisional dan ritel modern (lokal dan nasional) yang menjadi mitra dengan harga jual di bawah HET (Harga Eceran Tertinggi) atau paling tinggi Rp65.500," kata Fahmi. (t3)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Penjual-beras-baru-Rahmat-Hidayat-saat-mengisi-beras-baru-hasil.jpg)