Kabar Pangkalpinang

LSF Kampanye Gerakan Sensor Mandiri

Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia terus mengkampanyekan gerakan nasional budaya sensor mandiri ke seluruh pelosok negeri.

Editor: Rusaidah
Bangkapos.com/Rifqi Nugroho
Anggota LSF, pemateri dan peserta foto bersama usai sosialisasi gerakan budaya sensor mandiri bertema Memajukan Budaya Sesuai Usia yang berlangsung di Swiss- Belhotel Pangkalpinang, Rabu (2/10). 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Lembaga Sensor Film (LSF) Indonesia terus mengkampanyekan gerakan nasional budaya sensor mandiri ke seluruh pelosok negeri.

Satu di antaranya yakni melalui agenda sosialisasi bertema Memajukan Budaya Sesuai Usia, yang berlangsung di Swiss-Belhotel Pangkalpinang, Rabu (2/10).

Kegiatan yang dihadiri langsung Wakil Ketua LSF Noorca M Massardi itu diisi dengan diskusi bersama dua narasumber yakni Ketua Sub Komisi Desa Sensor Mandiri dan Komunitas LSF Hairus Salim dan Tokoh Pendidikan Babel Yan Megawandi.

Wakil Ketua LSF Noorca M Massardi menyebut, kegiatan sosialisasi yang sudah berlangsung selama lima tahun terakhir itu dilakukan untuk memberikan pemahaman dan mengajak agar masyarakat bisa memilah tontonan sesuai dengan usia mereka.

"Makanya kita dalam melakukan pertemuan-pertemuan seperti ini di berbagai kota, kabupaten atau provinsi selalu mengimbau pada bapak, ibu, kakak agar menjaga tontonan adik-adiknya. Karena memang lembaga sensor konsen pada usia anak dan remaja agar tidak terpengaruh dampak negatif dari film ataupun iklan film," ujar Noorca.

Menurut Noorca, peran melakukan sensor secara mandiri menjadi peran kunci dari orang tua untuk tidak mengajak anak-anak yang belum cukup umur, untuk ikut menonton film yang memiliki kualifikasi untuk ditonton usia tertentu.

"Kalau di bisokop kami sudah melalukan tugasnya dan pihaknya bioskop sudah bekerja sama untuk menampilkan petunjuk-petunjuk, di layar soal ketentuan usia. Walaupun kuncinya ada pada orang tua, masih banyak bapak-bapak, ibu-ibu membawa anak kecil di bawah 13 tahun yang seharusnya itu tidak dilakukan, untuk ikut menonton," terangnya.

Noorca memaparkan, adanya kesadaraan pribadi itu terus ditumbuhkan oleh LSF dengan konsep budaya, agar sensor mandiri bisa tertanam dalam diri masing-masing orang.

"Kenapa budaya, karena pengaruhnya pasti lama, jadi kita harus melakukan edukasi ini setiap saat. Karena pengaruh budaya ini kan daya resapnya akan panjang, jadi mudah-mudahan kalau tidak tahun ini, lima tahun lagi, bapak,ibu, adik-adik bisa menonton film sesuai klasifikasi usia," sebutnya. (w4)

Sumber: Bangka Pos
Tags
LSF
Bioskop
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved