Rabu, 8 April 2026

Berita Bangka Tengah

Kemenag Akui Toleransi Beragama di Bangka Tengah Baik

Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah menggelar upacara dan potong tumpeng peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 di kantornya.

Istimewa
Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 di Kemenag Bateng 

KOBA, BABEL NEWS - Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Bangka Tengah menggelar upacara dan potong tumpeng peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-79 di kantornya, Jumat (3/1).

Wakil Bupati Bangka Tengah, Era Susanto mengatakan, hari amal bakti merupakan hari bersejarah bagi Kemenag dan seluruh umat beragama. "Selamat Hari Amal Bakti ke-79, ini adalah momen merefleksikan sikap rendah hati dan nilai-nilai pengabdian luar biasa para pendahulu kita dalam memaknai kehadiran Kemenag," kata Era Susanto.

Era Susanto mengajak semua pihak menciptakan kehidupan yang harmonis, rukun dan meningkatkan toleransi antarsesama. "Mari satukan langkah kaki, bulatkan niat dan satukan pikiran untuk terus berkhidmat demi agama, bangsa dan negara dengan niat ibadah sesuai kapasitas masing-masing," ujarnya.

Kepala Kantor Kemenag Bangka Tengah, Karyawan mengatakan, Kemenag memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan masyarakat. "Artinya bagaimana peran Kemenag di tengah-tengah Indonesia yang plural untuk membina kerukunan masyarakat menuju kemajuan Indonesia emas yang dicita-citakan," katanya.

Menurutnya, menjaga kerukunan, bukan hanya tugas Kemanag, tapi semua pihak. Karyawan menilai, sejauh ini kerukunan masyarakat Bangka Tengah masih baik dan masalah yang ada masih bisa diselesaikan.

"Toleransi di Bangka Tengah, Alhamdulillah secara umum baik, hanya saja adalah sedikit riak-riak, tentu ini hal yang biasa, karena itu artinya masih bisa diselesaikan," jelasnya.

Karyawan mengimbau, masyarakat agar bisa menyadari bahwa Indonesia bukan negara yang menganut satu agama. Artinya, Indonesia berada di tengah-tengah fatalitas yang luar biasa dengan beragam suku, agama, ras dan budaya.

"Dengan menyadari dan memahami itu, Insya Allah kita bisa membangun Indonesia, ingat bahwa Indonesia tidak bisa diklaim satu kelompok, golongan dan agama," katanya. (w6)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved