Berita Bangka Selatan

Warga Kacang Pedang Jadi Korban Tabrak Lari

Andika Desmansyah atau sering disapa Andre (31), meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tabrak lari, Senin (24/2) sore.

Bangkapos.com/Adi Saputra
KORBAN TABRAK LARI -- Suasana dan kondisi rumah korban tabrak lari, setelah pemakaman terhadap korban yang berada di Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang, Selasa (25/2/2025) 

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Andika Desmansyah atau sering disapa Andre (31), meninggal dunia setelah diduga menjadi korban tabrak lari, Senin (24/2) sore. Warga Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang ini sempat dilarikan ke RSBT Kota Pangkalpinang pasca-kejadian tabrak lari yang terjadi pada Minggu (23/2) dini hari di daerah Gabek Kota Pangkalpinang.

Akibat kejadian tabrak lari tersebut, korban mengalami beberapa luka, termasuk di bagian kepala yang mengalami luka parah hingga korban harus dirawat di ruang ICU. Setelah menjalani perawatan medis di RSBT Kota Pangkalpinang, kurang lebih satu hari pasca-kejadian korban pun meninggal dunia.

"Sangat prihatin dan tidak menyangka kejadian tabrak lari ini menimpa keluarga kami, apalagi sampai sekarang orang yang menabrak korban belum diketahui identitas dirinya dan masih simpang siur," ungkap salah satu keluarga korban yang sering dipanggil atau sapa Bude saat ditemui di rumah duka yang berada di Kelurahan Kacang Pedang, Kecamatan Gerunggang, Selasa (25/2).

Diakuinya, Andre (31), telah dimakamkan oleh pihak keluarga pasca-kejadian tabrak lari. "Meninggalnya kemarin sore sekitar habis Salat Azhar, tadi pukul 10.00 WIB dia (Almarhum) dimakamkan dan ini baru selesai pemakamannya. Kami sampai sekarang, masih terus berdoa dan berharap yang menabrak korban sadar serta bertanggung jawab," ucapnya.

Dirinya juga mengaku telah melaporkan kejadian ini, ke pihak kepolisian agar kasus ini bisa terungkap dan pelaku yang menabrak korban segera ditangkap dan bertanggung jawab atas perbuatannya.

"Sudah kita lapor ke polisi kemarin, motornya korban juga sudah di kantor polisi dan kami berharap yang menabrak korban segera ditemukan, kami sangat tidak menyangka dan syok karena atas kejadian ini korban meninggal dunia," harap Bude.

Ibu korban mengakui, sebelum kejadian korban sempat meminta uang untuk membeli rokok. "Dia (Almarhum) minta uang Rp30 ribu untuk beli rokok ke saya, tapi saya tidak ada firasat apapun kepada dia dan seketika dapat kabar ada satpam rumah sakit datang ke rumah mengabari anak kami menjadi korban tabrak lari dan sudah di rumah sakit," kata ibu korban.

"Jadi, dapat kabar itu kami langsung bergegas pergi ke rumah sakit, saat tiba memang kondisi korban sudah terbaring di rumah sakit dengan kondisi luka-luka," ucapnya. 

Upaya konfirmasi ke Kasat Lantas Polresta Pangkalpinang telah dilakukan untuk mengetahui kronologis atau seperti tindak lanjut terkait korban tabrak lari hingga mengakibatkan meninggal dunia. (v1)

Sumber: Bangka Pos
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved