Jumat, 5 Juni 2026

Kabar Belitung

Djoni-Syamsir Disambut Bak Pengantin, Kamarudin Muten Pimpin Rakor Perdana

Bupati dan Wakil Bupati Belitung terpilih, Djoni Alamsyah dan Syamsir menjalani prosesi penyambutan penuh makna oleh Lembaga Adat Melayu Belitung.

Tayang:
Editor: Rusaidah
Posbelitung.co/Adelina Nurmalitasari
PROSESI PENYAMBUTAN - Prosesi penyambutan Bupati dan Wakil Bupati Belitung yakni Djoni Alamsyah dan Syamsir beserta istri di Rumah Adat Belitung, Senin (3/3). 

TANJUNGPANDAN, BABEL NEWS - Bupati dan Wakil Bupati Belitung terpilih, Djoni Alamsyah dan Syamsir menjalani prosesi penyambutan penuh makna oleh Lembaga Adat Melayu Belitung, Senin (3/3).

Prosesi ini berlangsung layaknya pernikahan adat Belitung, yang melambangkan penghormatan bagi pemimpin daerah. Rangkaian acara dimulai dari halaman Rumah Dinas Bupati dengan serah terima tipak. 

Arak-arakan rebana pun mengiringi perjalanan Djoni-Syamsir beserta istri menuju ke rumah adat.

Keduanya kemudian dikalungkan selempang oleh Lembaga Adat Melayu Belitung sebagai tanda diterimanya mereka sebagai pemimpin yang diamanahkan rakyat.

Ketua Lembaga Adat Melayu Belitung Achmad Hamzah menjelaskan, bahwa penyambutan ini menyerupai prosesi adat pengantin sebagai bentuk pemuliaan kepada pemimpin.

"Kedatangan beliau dijemput seperti menyambut pengantin. Prosesi adat pengantin itu merupakan bentuk memuliakan manusia, seperti itulah kita memuliakan pemimpin," ujarnya.

Sebelum memasuki rumah adat, Djoni-Syamsir juga menerima tipak sebagai bentuk penyambutan. 

Tokoh adat juga menyampaikan petuah adat yang mengajak masyarakat kembali bersatu dan melupakan konflik selama masa pemilihan. Juga senantiasa mendukung program pemerintah, serta menyelesaikan setiap permasalahan dengan cara adat, bukannya dengan emosi dan anarki. 

Saat memasuki Rumah Adat Belitung, beras kunyit ditebarkan sebagai simbol tolak bala, melambangkan doa keselamatan bagi pemimpin yang baru.

Di dalam rumah adat, mereka melaksanakan sujud syukur bersama forkopimda, pejabat Pemkab Belitung, serta tokoh masyarakat dan adat. Selain itu, di Rumah Dinas Bupati juga digelar prosesi adat 'kesalan'.
Achmad Hamzah menjelaskan, bahwa kesalan merupakan tradisi yang dilakukan ketika seseorang memasuki rumah baru.

"Rumah dinas ini sempat kosong, dan dalam kepercayaan kita, kehidupan tidak terlepas dari hal-hal mistis. Prosesi ini bertujuan agar pemimpin merasa tenang dan terhindar dari hal-hal buruk," tambahnya.

Lembaga Adat Melayu Belitung menyampaikan harapan agar Djoni Alamsyah dan Syamsir dapat menjalankan amanah dengan baik serta tetap kompak dalam membangun Belitung.

Mereka juga menitipkan pesan agar pemimpin baru tetap menjaga nilai-nilai kearifan lokal dan adat istiadat di tanah bertuah Pulau Belitung.

"Kami bangga bahwa Pilkada Belitung berlangsung damai tanpa konflik. Ini adalah marwah masyarakat kita. Hari ini kita bersyukur, berdoa agar perjalanan kepemimpinan mereka diridai Allah SWT. Semoga mereka dapat membawa Belitung menuju masa depan yang lebih baik," kata Achmad Hamzah. 

Sementara itu Bupati Belitung Timur (Beltim) Kamarudin Muten memimpin rapat koordinasi (rakor) perdana bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Senin (3/3). 

Sumber: Bangka Pos
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved