Sabtu, 6 Juni 2026

Berita Pangkalpinang

Cuaca Ekstrem Mengintai, BPBD Pangkalpinang Tingkatkan Kesiapsiagaan

Hindari aktivitas di luar rumah saat terjadi hujan lebat dan angin kencang, terutama di dekat pohon besar, baliho, atau bangunan yang rentan roboh.

Tayang:
Editor: suhendri
Bangka Pos/Andini Dwi Hasanah
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Pangkalpinang, Dedy Revandi. 

Sebelumnya, Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Kepulauan Bangka Belitung yang diprediksi akan terjadi pada 4-7 Maret 2025.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat disertai angin kencang, petir, dan kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan pohon tumbang.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Depati Amir Pangkalpinang, Tri Agus Pramono, mengatakan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer, terdapat sejumlah faktor yang memicu meningkatnya potensi cuaca ekstrem di wilayah Babel.

Salah satunya, aktivitas gelombang atmosfer Kelvin dan Low Frequency yang sedang sedang melewati wilayah Negeri Serumpun Sebalai.

“Selain itu, terjadi belokan angin (shearline) serta perlambatan kecepatan angin (konvergensi), yang berkontribusi terhadap pembentukan awan penghujan. Ditambah dengan kelembapan udara yang tinggi di berbagai lapisan atmosfer serta kondisi atmosfer lokal yang labil, kondisi ini makin mendukung peningkatan curah hujan di wilayah kita," kata Tri, Selasa (4/3/2025).

Selain itu, lanjut dia, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif di wilayah Indonesia juga turut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di Babel.

Madden-Julian Oscillation merupakan gelombang atmosfer yang bergerak dari barat ke timur di sepanjang daerah tropis dan dapat memperkuat pembentukan awan konvektif yang menghasilkan hujan lebat.

Adapun daerah yang berpotensi mengalami cuaca ekstrem adalah Kabupaten Bangka Barat, Kabupaten Bangka, Kabupaten Bangka Tengah, Kota Pangkalpinang, Kabupaten Belitung, dan Kabupaten Belitung Timur.

"Hasil analisis pengamatan udara menunjukkan wilayah Kepulauan Bangka Belitung dalam kondisi labil dan berpotensi dalam pertumbuhan awan hujan yang signifikan," ujar Tri.

Pihaknya pun mengimbau masyarakat dan instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Masyarakat diminta untuk waspada terhadap kemungkinan hujan lebat yang dapat menyebabkan genangan air, banjir, serta angin kencang yang berpotensi menumbangkan pohon dan merusak bangunan.

"Kami mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas di daerah rawan bencana serta terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG," kata Tri. (t2)

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved