Kabar Pangkalpinang
Batasi Konsumsi Gorengan saat Berbuka Puasa
Nanky Probo Ayu menyarankan konsumsi gorengan selama bulan puasa sebaiknya dibatasi.
PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Gorengan sering menjadi pilihan menu favorit saat berbuka puasa karena teksturnya yang renyah dan rasanya yang gurih. Namun, konsumsi gorengan secara berlebihan setiap hari dapat berdampak buruk pada kesehatan.
Dokter Umum Sun Clinic sekaligus Kepala Puskesmas Petaling dr Nanky Probo Ayu menyarankan konsumsi gorengan selama bulan puasa sebaiknya dibatasi. Terlebih jika minyak yang digunakan sudah dipakai berulang kali, karena dapat meningkatkan kadar lemak trans yang berisiko memicu kolesterol jahat (LDL) serta berbagai penyakit lainnya.
"Konsumsi gorengan harus dibatasi saat berbuka puasa. Jangan lupa perhatikan juga minyak untuk menggorengnya. Jangan pakai minyak yang sudah berulang kali dipakai. Karena tinggi kandungan lemak jenuhnya," ungkap Nanky, Selasa (12/3).
Adapun efek negatif pada kesehatan jika mengonsumsi gorengan secara berlebihan saat berbuka puasa antara lain
1. Kenaikan Gula Darah
Gorengan mengandung karbohidrat dan gula yang dapat menyebabkan kenaikan gula darah secara cepat.
2. Peningkatan Kolesterol
Gorengan mengandung lemak jenuh dan kolesterol yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah.
3. Peradangan
Gorengan dapat menyebabkan peradangan dalam tubuh karena mengandung asam lemak omega-6 yang berlebihan.
4. Gangguan Pencernaan
Gorengan dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit, diare, atau perut kembung.
5. Kenaikan Berat Badan
Mengkonsumsi gorengan secara berlebihan dapat menyebabkan kenaikan berat badan karena mengandung kalori yang tinggi.
Tips Sehat Mengonsumsi Gorengan untuk berbuka puasa
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/babel/foto/bank/originals/Dokter-Umum-Sun-Clinic-sekaligus-Kepala-Puskesmas-Petaling-dr-Nanky-Probo-Ayu-PS.jpg)